Beranda Utama Orang Pintar Pasti Mau Divaksin, Berikut 10 Pejabat Depok yang Didahulukan

Orang Pintar Pasti Mau Divaksin, Berikut 10 Pejabat Depok yang Didahulukan

0
Orang Pintar Pasti Mau Divaksin, Berikut 10 Pejabat Depok yang Didahulukan
ILUSTRASI
vaksin sinovac bentuk
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Harapan bebas dari Virus Korona (Covid-19) di Kota Depok mulai hari ini. Semua berikhtiar bisa melawan virus mematikan tersebut. 10 orang dari Forum Komunikasi Daerah (Forkopimda), Satgas, serta organisasi akan divaksin di Rumah Sakit (RS) Universitas Indonesia (UI). Tapi nyatanya, sejauh ini masih ada pro dan kontra meski 10 pejabat “ditumbal” lebih dulu.

Ketua Departemen Epidemiologi UI, Tri Yunis Miko Wahyono menuturkan, tidak ada yang perlu diragukan soal Vaksin Sinovac jika nantinya disuntikan kepada masyarakat. Pasalnya, vaksin tersebut memiliki efekasi 65,3 persen lebih, yang sudah dapat dipastikan aman serta tidak ada efek yang membahayakan.

“Memang divaksin itu bukan suatu kewajiban tapi hak. Semua memang kembali lagi pada setiap orang, peduli kesehatannya atau tidak, atau peduli orang sekitar atau tidak. Jadi kalau orang pintar pasti mau di vaksin. Saya sendiri siap divaksin,” tegasnya saat di konfirmasi Radar Depok, Rabu (13/01).

Menurutnya, adanya pro dan kontra terkait vaksin di masyarakat, karena tidak berjalan dengan efektifnya sosialisasi ke masyarakat secara baik. Sehingga dapat diterima secara benar di masyarakat. Seharusnya, sosialisasi wajib dilakukan melakukan RT RW, Kelurahan, dan Kecamatan secara masif, dengan menyebar pemberitahuan dibarengi edukasi.

“Itu cara yang baik agar sosialisasi berjalan efektif, sama halnya saat mensosialisasikan gunakan masker dan cuci tangan, yang mulai ke sini sudah menjadi bagian gaya hidup sehat,” tambah Tri.

Dia juga mengatakan, unsur yang paling diutamakan selain para pemimpin daerah serta aparat keamanan, tentu para pihak RT, RW, satgas, jajaran kelurahan, kecamatan, yang secara rutin berinteraksi langsung dengan masyarakat. Sehingga rentan akan penularan.

“Kalau buat saya, ya prioritas ada di mereka semua, setiap saat melakukan pencegahan penyebaran di kalangan masyarakat,” tegasnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota depok, Dadang Wihana menjelaskan, kesepuluh orang tersebut sudah melalui screening awal dengan menjawab sebanyak 16 pertanyaan. Yang diantaranya meliputi sakit yang diidapnya. Jadi, jika ada satu pertanyaan yang jawabannya iya, dapat dipastikan tidak bisa melanjutkan pemberian vaksin.

“Sebelumnya semua sudah screening terlebih dahulu, dan semuanya bisa mendapat vaksin. Nanti sebelumnya akan dilakukan beberapa pemeriksaan, seperti pengecekan suhu tubuh serta diwawancara petugas,” terang Dadang kepada Radar Depok, Rabu (13/01).