Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Metropolis Pedagang Sapi Kompak Libur

Pedagang Sapi Kompak Libur

0
Pedagang Sapi Kompak Libur
IST KOSONG: Los pedagang daging sapi di Pasar Cisalak nampak kosong akibat mogok operasi.
kepala upt pasar cisalak, sutisna mengecek los daging
KOSONG : Los pedagang daging sapi di Pasar Cisalak nampak kosong akibat mogok operasi. IST

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aksi mogok jualan pedagang daging sapi, diketahui rekan pedagang lainnya. Kamis (21/1), disejumlah pasar tradisional hampir seluruhnya pedagang daging sapi kompak tidak berjualan. Pantauan Harian Radar Depok, di Pasar Cisalak seluruh pedagang tidak berjualan. Los yang biasanya ramai berjejer daging digantung sepi. Begitu juga di Pasar Sukatani tidak ada pedagang sapi yang menjajakan dagangannya.

Salah satu penjaja sayur di Pasar Musi, Kecamatan Sukmajaya, Irfandi mengungkapkan, aksi mogok dagang tersebut hal yang wajar. Pasalnya, saat ini stok sapi siap potong sangat terbatas. Baik sapi lokal dari Jawa maupun luar Jawa seperti NTT, Bali, maupun sapi import dari Australia.

Saya tau, kami kan juga sama sama pedagang. Ya wajar pada mogok di Jabodetabek salah satunya Depok, itu karena kondisi sapi siap potong lokal belum ada penambahan jumlah yang signifikan, hal tersebut dikarenakan sapi yang ada saat ini berkembang secara alami,” terangnya kepada Radar Depok, Kamis (21/1).

Dia mengetahui, karena sudah berbincang dengan rekan pedagang yang berjualan sapi. Bahkan, tidak hanya di Pasar Musi atau pasar tradisional di Depok, hal ini juga serupa di Jakarta dan kota besar lainnya.

Kita kan berteman, punya paguyuban atau asosiasi, jadi sering berbincang terkait harga, stok, sampai sikap tegas kalau keadaanya sudah membuat pedagan sulit,” tegas Irfandi di los dagangannya.

Dia membeberkan, seperti yang diketahuinya, untuk harga sapi saat ini, sapi impor yang selama ini berkisar di harga Rp44 ribu perkilogram berat hidup menjadi Rp53 ribu perkilogram. Sedangkan harga sapi lokal sementara Rp46 ribu sampai dengan Rp47 ribu perkilogram berat hidup. Kalau terjadi penyesuaian maka harga sapi lokal akan berada di harga Rp55 ribu perkilogram berat hidup, dan harga daging menjadi Rp150 ribu perkilogram.

Bisa dibayangin, kalau daging sekilo harganya tembus segitu, siapa yang mau beli, apalagi sekarang pandemi. Dampaknya bukan cuma yang buka usaha tapi sampai ke rumah tangga,” bebernya.

Hal tersebut sangat mungkin terjadi, mengingat tiga bulan ke depan sudah mulai memasuki bulan puasa dan perayaan hari raya Idul Fitri. Yang biasanya kebutuhan daging segar meningkat, serta persiapan Idul Adha.

Lain halnnya, dengan salah satu pedagang sembako di Pasar Kemirimuka, Astri. Dia menuturkan tidak mengetahui informasi aksi mogok pedagang daging sapi di pasar. Sebab sampai hari ini di pasar tradisional di tengah Kota Depok itu masih ada yang beroperasi.

Saya tidak tahu soal itu, kalau yang dagang masih ada. Hari ini pak Haji Nirwan masih berjualan tapi memang lebih cepat tutupnya,” ungkap Astri saat dikonfirmasi.

Namun, dia enggan berbicara panjang lebar terkait apa penyebab salah satu pedagang sapi tersebut tutup lebih cepat dari biasanya. Tapi yang ada dipikirannya karena dagangannya laris sehingga tutup lebih cepat.

Biasanya ya dagingnya sudah habis jadi tutup. Alhamdulilah kalau dagangannya sudah abis,” tandas ibu paru baya itu. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar