pembagian bansos berkerumun
LANGGAR PROKES : Kerumunan warga Kalibaru pada saat penyaluran bantuan tunai di titik RW3 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
pembagian bansos berkerumun
LANGGAR PROKES : Kerumunan warga Kalibaru pada saat penyaluran bantuan tunai di titik RW3 Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kantor Pos Indonesia Kota Depok, menjadi sorotan setelah sebagai penyalur bantuan tunai dari Pemerintah Pusat. Keladinya, penyaluran tersebut terjadi kerumunan hingga akhirnya abai dengan protokol kesehatan (Prokes).

Minggu (17/01) misalnya. Penumpukan penyaluran bantuan tunai juga terjadi di tujuh titik RW di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. Hal ini membuat LPM Kalibaru Rudi Ardiansah, sangat menyayangkan bentuk ketidaksanggupan Kantor Pos Depok yang tidak taat pada protokol kesehatan.

“Saya sudah sampaikan jangan sampai langgar protokol kesehatan. Ini bentuk ketidak siapan Kantor Pos. karena tidak mampu menyalurkan bantuan sesuai Prokes,” tegas Rudi kepada Radar Depok, Minggu (17/01).

Dia menegaskan, para pejabat wilayah memang tidak terlibat dalam penyaluran bantuan tunai, baik kecamatan, kelurahan, hingga jajaran LPM. Namun dia, telah meminta agar penyaluran tetap menjaga prokses, hal ini mengingat angka penyebaran di wilayah Kalibaru sedang meningkat.

“Segala urusan teknis penyaluran ada di pihak Kantor Pos. Seharusnya mereka siap dengan teknis yang sudah mantap, sehingga tidak tejadi kerumunan seperti ini,” jelasnya.

Diketahui, ada sekitar 2.400 warga Kalibaru yang menerima bantuan tunai sebesar Rp300 ribu. Dari 11 RW yang ada di kelurahan tersebut, ada tujuh titik RW yang dijadikan lokasi penyaluran bantuan.

“Penyaluran berlangsung tadi sore (17/01), karena katanya baru sampai bantuannya. Pembagian dilakukan di tujuh RW, salah satunya RW 3, disana sangat terjadi penumpukan,” paparnya.

Menimpali hal ini, Kepala Kantor Pos Depok 2, Cecep yang memegang peran dalam penyaluran bantuan tunai tersebut belum ada respon saat dimintai keterangan, terkait teknis penyaluran. Pada pukul 16:00 WIB upaya menghubungi melalui pesan singkat serta telepon secara langsung juga tidak digubris. Bahkan, upaya kembali di lanjut sekitar pukul 17:00 WIB dengan melakukan telepon secara langsung, belum ada respon. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya