jumlah stok darah di depok
PLASMA KOVALESEN DIBURU: Staf Unit Donor darah PMI Kota Depok menunjukan kantung darah dengan jenis berbeda. Saat ini di Kota Depok, Plasma Konvalesen semakin diburu masyarakat untuk terapi penyembuhan virus covid-19. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
jumlah stok darah di depok
PLASMA KOVALESEN DIBURU: Staf Unit Donor darah PMI Kota Depok menunjukan kantung darah dengan jenis berbeda. Saat ini di Kota Depok, Plasma Konvalesen semakin diburu masyarakat untuk terapi penyembuhan virus covid-19. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Saat pandemi Covid-19 (Korona), memang benar-benar membuat krisis diberbagai sektor. Stok darah salah satunya. Selasa (19/01), persedian darah di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok, tersisa 29 labu yang tersimpan di boks.

“Setiap hari terus menurun, setiap banyak permintaan dari masyarakat. Tidak sesuai kantung darah yang masuk dari pendonor dengan permintaan keluar,” tegas Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Depok, Dr Widya Astriyani kepada Harian Radar Depok, Selasa (19/01).

Dia membeberkan, dari 29 kantung darah, ada tujuh labu darah golongan A, sembilan labu golongan darah B, tiga labu golongan darah AB, serta 10 labu darah golongan darah O. Jumlah tersebut akan terus menurun.

“Labu itu sebutan untuk kantung darah, memang semakin terus menurun jumlahnya. Kita sangat mengharapkan pendonor mulai meningkat,” bebernya.

Memang PMI Depok tidak hanya merespon permintaan darah dari Kota Depok semata, melainkan Bogor dan juga Jakarta, yang lokasinya dekat dengan PMI Depok. Tercatat ada 29 Rumah Sakit yang aktif bekerja sama dengan organisasi kepalang merahan ini.

“Kurang lebih ada 29 RS yang kami suplai darah jika ada pasiennya yang membutuhkan. RS tersebut juga akan mengarahkan ke sini,” ungkap Widya.

Pihaknya juga tidak terus berhenti berupaya untuk gencar menyosialisasikan donor darah. Dengan menjalin kerja sama dengan komunitas, aparatur pemeritah, serta aparat hukum. Hal tersebut demi keamanan persedian kantung darah.

“Jangan ragu donor karena pandemi, semua dipastikan aman dan sehat, saya jamin itu. Memang tidak dipungkiri kalau pandemi juga berdampak bagi pendonor,” tandasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis ; Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya