musrenbang non fisik dan fisik
BAHAS USULAN : Lurah dan stakeholder Kelurahan Pondok Petir sedang melakukan pembahasan Musrenbang tahun 2021. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
musrenbang non fisik dan fisik
BAHAS USULAN : Lurah dan stakeholder Kelurahan Pondok Petir sedang melakukan pembahasan Musrenbang tahun 2021. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PONDOK PETIR –  Aparatur dan stakeholder di Kelurahan Pondok Petir , Kecamatan Bojongsari, menghelat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2021.

Lurah Pondok Petir, Rizal Farhan mengatakan, ada yang berbeda pada pelaksanaan Musrenbang tahun 2021 ini. Tidak semua peserta, khususnya warga, ikut secara langsung dalam kegiatan yang dilakukan di aula kantor Kelurahan Pondok Petir ini.

“Saya batasi kehadiran peserta dalam Musrenbang ini, hanya sekitar 25 persen saja yang boleh hadir tatap muka,” kata Rizal, Senin (18/01).

Dia mengungkap, hanya ketua lingkungan dan tiga pilar Kelurahan Pondok Petir saja yang hadir dalam Musrenbang tatap muka di sana, sisahnya mengikuti kegiatan secara virtual melalui zoom meeting.

Menurutnya, langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya klaseter Covid-19 di sana. Maka dari itu, kerumunan sebisa mungkin ditekan dengan membagi jumlah peserta. “Kami mengikuti anjuran pemerintah untuk tidak membuat kerumunan,”tuturnya.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Pondok Petir, Rahmat mengatakan pihaknya mengusulkan kegiatan fisik dan nonfisik tahun 2021 ini.

Pada skala prioritas pembangunan fisik, ucap Rahmat, mereka sepakat untuk melakukan pembangunan gedung Kantor Kelurahan Pondok Petir, pembangunan tandon air di RT03/01, dam penataan saluran air dan jalan utama.

“Non fisik kita anggarkan sebesar Rp1 miliar,” tuturnya.

Nantinya, pembangunan gedung kantor kelurahan yang baru akan dilakukan di lahan yang lama dengan luas lahan 900 meter, sedangkan pembangunan tandon air dimaksutdkan sebagai  destinasi wisata dan resapan air, yang dapat mendorong peningkatakan ekonomi dan kebudayaan warga di sana.

Sedangkan untuk usulan non fisik, sambungnya, pihaknya ingin meningkatkan daya saing warga di sana dengan meningkatkan SDM melalui pelatihan inovasi dan pemasaran produk UMKM, pelatihan budidaya ikan dan tanaman hias, sarana prasana Posyanndu dan fungsi Ramah Anak.