Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Metropolis Potongan Bansos di Baktijaya Buat Pengurus RW

Potongan Bansos di Baktijaya Buat Pengurus RW

0
Potongan Bansos di Baktijaya Buat Pengurus RW
Potongan Bansos di Baktijaya Buat Pengurus RW
potongan bansos depok
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Nasi sudah menjadi bubur. Bukannya, mengembalikan uang potongan sebesar Rp50 ribu dari Bantuan Sosial Tunai (BST). Pihak RW21 Kelurahan Baktijaya, Sukmajaya Kota Depok malah ingin membagikan bantuan sosial (Bansos) cak rata kepada pengurus RT.

Ketua RW21 Baktijaya, Didi menjelaskan, pendistribusian di kediamannya merupakan kehendak Kantor Pos. Kemudian, karena sudah masuk masa purna tugas kepengurusan, dia menjebatani para pengurus lingkungan. Agar dapat merasakan bansos. Karena selama ini, pengurus tidak pernah mendapatkan bansos.

“Mereka hanya kerja aja tok selama ini. Jadi kami punya langkah strategis ya biar merasakan pahit pedasnya bansos, dan akan didistribusikan kepada pengurus. Salah satunya RT untuk uang makan dan rokok. Jadi kita bagikan lagi,” jelasnya kepada Radar Depok, Senin (18/01).

Menurutnya, dia telah memberi arahan kepada penerima BST untuk berbagi sebelum bansos dibagikan. Berbagi tersebut dilakukan secara sukarela, dan nominalnya dikembalikan kepada warga yang mau menyisihkan sedikit bantuan yang diterimanya.

“Saya beri arahan kepada warga untuk berbagi kepada pengurus. Terserah mau berapa Rp20 ribu atau Rp30 ribu. Mungkin banyak juga yang belum hadir saat itu,” bebernya.

Adapun, lanjutnya, tidak ada perkataan menyunat atau memotong bantuan, pada saat berlangsungnya pendistribusian bantuan kepada masyarakat. Bahkan, ada warga yang memberi hanya Rp200 perak dan dia tidak mempermasalahkannya.

“Jadi kalau dibilang saya menyunat atau dipotong itu gak ada. Bahkan, uangnya pun Rp300 ribu full. Cuma setelah dapat terserah yang mau berbagi ya silahkan. Yang nggak ya gak apa-apa,” lanjutnya.

Sebenarnya, lanjut dia, banyak masyarakat yang membutuhkan uluran tangan pemerintah. Tetapi, tidak seluruhnya mendapat bantuan tersebut.

“Dari 299 pengajuan, hanya terseleksi 199 penerima manfaat saja,” terangnya.

Menimpali hal ini, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Supariyono mengatakan, hal tersebut harus diklarifikasi kebenarannya dan dengan tujuan apa pemotongan bantuan dilakukan.

“Sebenarnya, ini bukan kali pertama terjadi,” tuturnya.