uang potongan bansos dikembalikan
KOOPERATIF: Sebagai bentuk tanggungjawab dan kooperatif, Ketua RW21 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya sudah mulai mengembalikan uang berbagi dari warga yang beberapa waktu lalu mengambil bansos. FOTO : ISTIMEWA
uang potongan bansos dikembalikan
KOOPERATIF: Sebagai bentuk tanggungjawab dan kooperatif, Ketua RW21 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya sudah mulai mengembalikan uang berbagi dari warga yang beberapa waktu lalu mengambil bansos. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tak ingin masalahnya akan menggunung bak gunung es. Selasa (19/1), Ketua RW21 Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya Kota Depok mulai mengembalikan uang Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada penerima.

Ketua RW21, Didi mengaku, sebagai bentuk tanggungjawab dan kooperatif. Dia hari ini (Kemarin) berkeliling ke tiga RT di wilayahnya, untuk mengembalikan dana berbagi.

“Saya sedang keliling biar enak. Baru di RT 9, 4, dan 2 saya kasih yang mereka minta walau saya tidak tahu berapa yang mereka kasih. Saya kooperatif,” jelasnya kepada Radar Depok, Selasa (19/01).

Dia menambahkan, upaya pengembalian tersebut belum selesai dilakukan, dan akan dilanjutkan secara berproses. Adapun uang untuk pengembalian diperoleh dari dana  donatur yang sukarela membantu dia. Sebab dana yang terhimpun dari berbagi telah habis dibagikan.

“Saya kembalikan pakai uang donatur, salah satunya Ketua RT6 Jusuf, dan Ketua RT8 Sobari dengan sukarela memberi dan membantu. Bahkan ada RT lainnya yang siap menolong saya,” bebernya.

Didi mengaku, uang hasil berbagi itu dibagikan ke sejumlah pengurus untuk keperluan konsumsi. Seperti RT sepuluh orang, RW satu orang, PKK satu orang, Karang Taruna satu orang, serta relawan dari warga dua orang dengan per orang Rp200 ribu. Adapula pengurus RW bidang Covid-19, yang enggan menerima uang yang terhimpun dari hasil berbagi warga tersebut.

“Saya hitung jumlahnya sekian dan saya bagikan sekian untuk makan, rokok, dan sebagainya. Dan sama semua RT kebagian Rp200 ribu dari 10 bulan bekerja mendistribusikan bansos. Ada dua RT yang belum sempat terbagi dan pengurus RW tidak mau karena orang mampu,” katanya.

Sementara itu, Lurah Baktijaya, Raden Iwan Herukusuma menerangkan, untuk mengantisipasi kejadian serupa. Dia selalu menginfokan dan menghimbau kepada setiap pengurus RW menghindari kejadian tak diinginkan. Karena bansos ini merupakan pekerjaan sosial dalam membantu warga di masa pandemi.

“Mohon jangan sampai ada penyalahgunaan bansos apapun. Sudah sering saya infokan ke pengurus RW baik lewat daring seperti WA grup maupun langsung. Semoga kedepannya lebih baik lagi dan betul-betul sampai ke masyarakat sesuai SOP yang ada,” terangnya.