pemakaman pramugari sriwijaya air
BERDUKA: Suasana pemakaman almarhumah Isti Yudha Prastika di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (16/01). FOTO : ISTIMEWA
pemakaman pramugari sriwijaya air
BERDUKA : Suasana pemakaman almarhumah Isti Yudha Prastika di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Sabtu (16/01). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Suasana haru mengiringi pemakaman pramugari almarhumah Isti Yudha Prastika di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari, pada Sabtu (16/01).

Isti Yudha Prastika adalah pramugari NAM Air yang menjadi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, di perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Sabtu (9/01). Sejumlah pramugari NAM Air turut mengiringi jenazah Isti ke rumah duka, hingga ke pemakaman di TPU Pondok Petir.

Tangis sanak keluarga serta rekan sejawat pecah saat kedatangan jenazah, Isti. Jenazah tiba di Masjid Nurul Hasanah yang terletak di Perumahan Reni Jaya, Pondok Benda, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pukul 12.00 WIB.

Ayah korban yang bernama Udjang Usman hanya dapat tertunduk lesu melihat peti jenazah yang berisikan jasad dari sang anak.

Tanpa henti sang ayah maupun sanak keluarga terus menangisi peti jenazah yang tiba dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Setibanya jenazah langsung disalatkan di Masjid Nurul Hasanah sebelum diakukannya prosesi pemakaman. Usai disalatkan, jenazah langsung menuju rumah duka untuk sejenak diperlihatkan kepada sang ibunda yang bernama Irianingsih.

Diketahui, jenazah Isti baru teridentifikasi pada Jumat (15/01) malam, oleh Pusat Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Pusinafis).

Sejumlah pramugari yang mengikuti proses pemakaman Isti masih mengenakan seragam kerjanya, lengkap dengan topi bergambar logo khas NAM Air. Beberapa di antaranya meneteskan air mata. Salah satu pramugari NAM Air, Aprilia Gita mengaku, Isti merupakan sosok yang sangat mengayomi kepada teman sprofesi.

“Orangnya mengayomi, lucu, mau ada masalah tidak kelihatan, tetapi tetap senang di depan teman-temannya,” ungkapnya.

Aprilia masih terngiang chat terakhirnya dengan Isti, mengabari bahwa akan terbang ke Pontianak menumpang Sriwijaya Air.

“Dia kabarin saja kalau hari ini dia mau terbang ke Pontianak ekstra kru pakai Sriwijaya, terus ada agak keterlambatan dia kabarin itu aja si sejauh itu,” ujarnya.