Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Politika Qonita : Jangan Putus Berdoa dan Disiplin Prokes 5M

Qonita : Jangan Putus Berdoa dan Disiplin Prokes 5M

0
Qonita : Jangan Putus Berdoa dan Disiplin Prokes 5M
Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah
Qonita Luthfiyah
Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Indonesia tengah diuji, di tengah pandemi Covid-19, sejumlah bencana pun melanda bumi pertiwi. Karenannya, Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Lutfiyah mengajak seluruh warga untuk berdoa bagi keselamatan bangsa dan negara.

Selain itu, Anggota DPRD Kota Depok  ini meminta seluruh warga untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan (Prokes)  dengan menerapkan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.

Innalilahi wa innailahi rojiun. Bangsa kita sedang diuji, baik dengan Covid-19, maupun bencana yang menimpa sejumlah daerah,” kata Qonita kepada Radar Depok, Minggu (17/01).

Karenannya, putri K.H Syukron Makmum ini meminta agar jangan putus berdoa demi keselamatan bangsa dan negara kepada Tuhan Maha Pencipta alam semesta beserta isinya.

“Allah SWT yang menciptakan bumi beserta isinya, karena itu, jangan lelah untuk berdoa dan saling menjaga satu sama lain,” tegasnya.

Menurut Qonita, sebagai manusia ciptaan Tuhan, khususnya bagi umat muslim, ia memiliki keyakinan sesuai dengan rukun iman, di mana pada rukun iman yang keenam, percaya pada Qada dan Qadar.

“Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan merupakan takdir dari Allah SWT. Sebagai umat beragama, berdoa lah, agar terhindar dari bencana dan, bencana yang terjadi tidak untuk saling menyalahkan,” bebernya.

Terlebih , bencana yang terjadi pun tidak boleh dipolitisir. Seharusnya, sambung sambung wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Depok 6 (Sawangan, Bojongsari, Cipayung) ini,  seluruh elemen harus bahu membahu menanggulangi bencana.

“Seperti pemerintah tengah berjuang untuk menanggulangi Covid-19, kita harus dukung dengan tetap mematuhi protokol Covid-19 yang dianjurkan pemerintah, bukannya angka penularan Covid-19 tinggi, terus yang disalahkan pemerintah juga,” tegas Qonita lagi.

Ia mengungkapkan, adanya pandemi Covid-19 telah merenggut korban jiwa, tidak hanya warga biasa, tetapi juga para tenaga medis yang berjibaku dalam menangani pasien Covid-19.