revitalisasi situ cinere tidak jelas
ASRI : Inilah Situ Cinere yang kabarnya pernah mau direvitalisasi pusat tapi hingga kini belum ada juntrungannya. FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK
revitalisasi situ cinere tidak jelas
ASRI : Inilah Situ Cinere yang kabarnya pernah mau direvitalisasi pusat tapi hingga kini belum ada juntrungannya. FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CINERE – Revitalisasi Situ Cinere di Jalan Punak RW4, Kelurahan Pangkalanjati, Kecamatan Cinere hingga kini belum juga ada juntrungannya. Padahal, rencana pembenahan kawasan situ sudah sempat dilaksanakan pada beberapa tahun lalu, namum tidak ditindaklanjutnya.

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelurahan Pangkalanjati, Mugeni mengaku, tidak mengetahui secara pasti, mengapa hingga saat ini rencana revitasilisasi situ seluas lebih dari 600 meter persegi itu belum juga dilaksanakan.

“Waktu itu memang sempat dilakukan pengerukan dan penurapan, katanya akan dioptimalkan untuk tempat rekreasi dan jogging track tapi kok enggak ada tindaklanjutnya,” kata Mugeni kepada Radar Depok, Selasa (5/1).

Mantan Ketua LPM Kelurahan Pangkalanjati, Edi Martono menyebut, wacana pembenahan danau atau situ Cinere, sudah beberapa kali mencuat namun sampai saat ini belum juga terlaksana.

“Kurang tahu apa masalahnya kok dari dulu udah beberapa kali ada rencana pembenahan danau atau situ Cinere, tapi tak pernah ada kelanjutan nya dan hanya sebatas pengerukan saja,” ujar Edi.

Pembenahan situ Cinere menjadi tempat rekreasi sudah lama diharapkan oleh warga Kecamatan Cinere. Pasalnya, wilayah Kecamatan Cinere nelum memiliki lokasi tempat rekreasi warga meskipun cuma sekedar taman.

“Sebenarnya warga waktu itu sangat antusias saat mendengar ada rencana revitalisasi danau menjadi tempat rekreasi, tapi sayangnya harapan itu belum terwujud,” imbuhnya.

Dia berharap, pada 2021 akan ada realisasi revitasilisasi yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), sebagai pihak yang bertugas melakukan pembenahan terhadap Situ di wilayah Jabodetabek. (rd/dis)

 

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Pebri Mulya