Minggu, Februari 28, 2021
Beranda Pendidikan Ruang Konsul untuk Lancarkan BDR di Depok

Ruang Konsul untuk Lancarkan BDR di Depok

0
Ruang Konsul untuk Lancarkan BDR di Depok
Kasi Pendidik dan Tenaga  Kependidikan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Muhammad Yusuf
Kasi PTK disdik depok muhammad yuduf
Kasi Pendidik dan Tenaga  Kependidikan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Muhammad Yusuf

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok bekerjasama dengan Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok membuat Ruang Konsul. Dimana, program tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Belajar Dari Rumah di masa pandemi virus Korona (Covid-19).

Kasi Pendidik dan Tenaga  Kependidikan di Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Muhammad Yusuf mengatakan, di Ruang Konsul nantinya siswa dan orang tua bisa berkonsultasi berbagai hal yang berkaitan dengan pembelajaran terutama dalam hal pelaskanaan BDR.

“BDR masih menjadi hal baru di dunia pendidikan, dimana butuh penyesuaian antara sekolah dan juga orang tua serta siswa. Bahkan, penyesuaian antara orang tua dengan siswa karena proses pembelajaran dilaksanakan dari jarak jauh, yakni siswa di rumah,” ucapnya kepada Radar Depok.

Yusuf menuturkan, Ruang Konsul ini juga untuk mencegah adanya orang tua yang emosi berlebihan atau mengalami kendala-kendala untuk membantu anaknya melaksanakan BDR. Karena, tidak semua orang tua dan siswa bisa menjalani BDR dengan semestinya. Selain karena kesibukan orang tua ataupun kurangnya daya konsentrasi siswa menerima materi dari gurunya secara virtual.

“Sebelumnya sudah ada di sekolah-sekolah, dan namanya adalah Klinik Belajar yang ditangani oleh guru Bimbingan Konseling dan juga guru mata pelajaran tertentu. Tetapi, ini dibuat lebih luas lagi dengan nama Ruang Konsul,” tuturnya.

Yusuf menjelaskan, ada dua bagian dalam Ruang Konsul, yakni ada upaya pencegahan (preventif) dan upaya penanganan (kuratif).  Dimana untuk preventif, yakni pembekalan bagi guru secara online khususnya wali kelas dalam pendampingan psikologis anak di masa BDR. Hal ini, bisa juga dilakukan secara berkelompok.

“Pembahasannya bisa tentang kesehatan mental bagi siswa ataupun tentang motivasi belajar,” terangnya.

Sedangkan untuk penanganan bisa dilakukan juga dengan cara offline dan online untuk siswa yang mengaklami masalah terkait dengan pelaksanaan BDR, selain itu mereka juga diberikan pendampingan.

“Ada juga pelayanan curhat untuk siswa yang memiliki masalah dan membutuhkan tempat untuk cerita. Bukan hanya tentang BDR tetapi juga tentang kehidupan sosialnya,” jelasnya. (rd)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya