Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Metropolis Segini Biaya Depok yang Harus Dirogoh Kalau Mau Sampah Jadi Bahan Bakar

Segini Biaya Depok yang Harus Dirogoh Kalau Mau Sampah Jadi Bahan Bakar

0
Segini Biaya Depok yang Harus Dirogoh Kalau Mau Sampah Jadi Bahan Bakar
ARNET/RADARDEPOK ATASI SAMPAH : Salah seorang pengendara saat melintas di kawasan TPA Cipayung, yang saat ini sedang dalam upaya merevitalisasi dengan menggunakan metode teknologi RDF karena kondisinya memprihatinkan.
TPA Cipayung penuh
ATASI SAMPAH : Salah seorang pengendara saat melintas di kawasan TPA Cipayung, yang saat ini sedang dalam upaya merevitalisasi dengan menggunakan metode teknologi RDF karena kondisinya memprihatinkan. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, terus genjot percepatan menyulap lokasi pembuangan sampah menjadi lebih bermanfaat. Caranya, dengan menerapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Kepala TPA Cipayung, Ardan menerangkan, teknologi RDF yang mengubah sampah di TPA menjadi bahan bakar untuk produksi. Kemungkinan jika tidak ada kendala, 2022 revitalisasi di seluruh lingkungan TPA akan berjalan.

Nanti kita akan bekerja sama dengan pabrik, ada salah satu pabrik semen yang saat ini kita koordinasikan untuk menyuplai hasil bahan bakar tersebut, lokasinya di Nambo Bogor,” terangnya kepada Harian Radar Depok, Kamis (21/1).

Diungkapkannya, upaya revitalisasi seluruh lokasi TPA serta merubah sampah menjadi bahan bakar. Memakai teknologi RDF bentuk upaya pemerintah dalam meyelamatkan sampah, yang semakin overload alias sudah melebihi kapasitas.

Dari data yang ada di kami itu, setiap hari sampah yang menumpuk se-Depok sekitar 1.565 ton perhari, nah yang masuk ke TPA itu rata-rata sekitar 934 ton setiap hari. Sisanya itu ada yang dari sampah organik, lalu di kelola menjadi pupuk dan lainnya,” ungkapnya.

Tentunya revitalisasi ini menjadi harapan seluruh masyarakat Depok serta pemerintah. Sehingga upaya pengajuan anggaran ke pemerintah pusat dan provinsi masih berjalan. Dengan terciptanya RDF tersebut, pasti volume sampah di TPA akan signifikan menurun.

Ini cara yang sangat tepat, kami sangat berharap ini bisa segera terwujud, agar masalah sampah bisa tertangi dengan maksimal. Meski pemilahan sampah makin hari makin baik poeminatnya,” tutur Ardan.

Sebelumnya, tahap terakhir revitalisasi telah masuk dalam pengkajian Detail Engineering Design (DED) yang diketahui menelan anggara sekitar Rp776 miliar, dengan luas TPA Cipayung sekitar 10 hektar.

Revitalisasi tersebut meliputi perlengkapan pengolahan sampah menjadi bahan bakar, perbaikan fisik sampai pada Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL),” terang Kasubag TU TPA Cipayung, Asep kepada Radar Depok.

Asep juga mengaku, kondisi TPA kian hari kian memprihatinkan, dari luas 10 hektar yang dimiliki TPA, sekitar 4,5 hektar untuk penampungan sampah, yang tentunya saat ini sudah tidak dapat menampung alias overload. (rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar