Beranda Metropolis Sekolah Relawan Kirim Anggota ke Lokasi Bencana

Sekolah Relawan Kirim Anggota ke Lokasi Bencana

0
Sekolah Relawan Kirim Anggota ke Lokasi Bencana
PERAN PENTING : Anggota Sekolah Relawan saat berada di Kepulauan Seribu untuk membantu pencarian serta evakuasi maskapai Sriwijaya yang terjatuh di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Sebanyak empat anggota diberangkatkan ke lokasi kejadian. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
sekolah relawan ke lokasi bencana
PERAN PENTING : Anggota Sekolah Relawan saat berada di Kepulauan Seribu untuk membantu pencarian serta evakuasi maskapai Sriwijaya yang terjatuh di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Sebanyak empat anggota diberangkatkan ke lokasi kejadian. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sekolah Relawan selalu mengambil bagian penting dalam berbagai bencana serta kejadian yang berdampak luas pada masyarakat. Mulai dari pandemi, kejadian erupsi Merapi, dan kali ini turut serta berkontribusi dalam evakuasi korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di peraiaran Kepuluan Seribu serta longsor di Sumedang.

Co-Founder and Executive Director Sekolah Relawan, Dony Aryanto menerangkan bahwa pihaknya mengirimkan 12 anggota untuk diberangkatkan ke lokasi bencana. Seluruh anggota yang diperbantukan evakuasi memiliki kemampuan di masing-masing bidang.

“Dua orang kami berangkatkan ke Kepulauan Seribu yang mempunya spesifikasi penyelam, serta dua lainnya relawan perbantuan, dan bencana tanah longsor di Sumedang kami mengirim delapan anggota,” kata Dony kepada Radar Depok, Rabu (13/1).

Selain hadir di tengah bencana, Sekolah Relawan juga kerap membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dengan berbagai kegiatan sosial. Sekolah Relawan yang semula fokus untuk evakuasi bencana, kini memang memperluas cakupannya.

“Kami juga tetap menjaga kemampuan anggota, terus dilatih biar dapat membantu meringankan beban para korban terdanmpak. Sekarang juga kami konsisten dengan kegiatan sosial,” tegasnya.

Menginjak usia yang ke delapan tahun, yang dirayakan secara sederhana di Kadeba, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji, juga sekaligus melepas para anggota yang diberangkatkan kedua titik bencana, pertama longsor sumedang dan evakuasi maskapai Sriwijaya.

“Jika selama delapan tahun ini, penerima manfaat dari kami kurang lebih sebanyak 1,5 juta orang. Tapi diusia sekarang, target pertahun bisa satu juta orang yang menerima manfaat dari aksi Sekolah Relawan, baik mengirimkan bantuan tenaga, logistik, dan lainnya,” tambah Dony.

Demi membangkitkan semangat seluruh jajaran di internal Sekolah Relawan, Dony menyampaikan bahwa pihaknya sepakat untuk mengubah logo Rumah Relawan menjadi berbentuk rantai dengan empat penjuru mata angin, dengan warna logo yang lebih cerah. Selama pandemi berlangsung, Sekolah Relawan sendiri membuka warung makan gratis untuk pekerja lapangan yang membutuhkan, membagikan masker dan handsanitaizer sambil mengedukasi masyarakat terkait disiplin protokol kesehatan.

“Untuk tahun 2021 ini kami mungkin masih fokus menghadapi pandemi,” ujar Dony.