Beranda Utama Sembilan Meninggal, ‘Plis’ Jangan Remehkan Covid-19

Sembilan Meninggal, ‘Plis’ Jangan Remehkan Covid-19

0
Sembilan Meninggal, ‘Plis’ Jangan Remehkan Covid-19

ilustrasi virus korona baru

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tolong warga Depok jangan anggap remeh Virus Korona (Covid-19). Jadi, sangat pantas Kota Sejuta Belimbing ini disebut siaga satu korona. Peningkatan penularan virus mematikan sudah menggila. Jumat (8/1) misalnya, dalam sehari virus yang menyerang pernafasan berhasil memaparkan 407 orang. Dengan begitu jika diakumulatifkan warga Depok yang positif mencapai 19.253 orang.

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Depok, warga Depok yang meninggal bertambah sembilan jiwa. Bila ditotal sejauh ini sudah 457 jiwa meninggal.

Sementara, pasien sembuh ada peningkatan, 301 jiwa. Bila total kini warga Depok yang sudah sembuh mencapai 15.079 jiwa. Sementara itu, kasus kontak erat dan masih menjalani pemantauan berjumlah 2.900 orang.

Di sisi lain, pasien suspek yang masih dalam masa pemantauan tercatat sebanyak 756 orang. Terakhir, jumlah pasien probable yang masih menjalani pengawasan berjumlah 36 orang. Pasien aktif atau yang belum sembuh kini kembali tambah banya, ada 97 jiwa dari satu hari sebelumnya. Total mencapai 3.717 jiwa.

Wakil Ketua I DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari menggarisbawahi, ada dua hal yang diduga menjadi penyebab utama angka Covid-19 merangkak naik di Kota Depok.

Penyebab pertama berasal dari tingkat kesadaran, dan kepatuhan masyarakat kepada pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) masih relatif rendah. Ditemukannya masyarakat yang tak bermasker saat diluar rumah menjadi bukti nyatanya.

“Saya rasa kepatuhan masyarakat ini perlu ditingkatkan. Terutama memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak (3m),” jelasnya kepada Radar Depok, Jumat (8/1).

Poin kedua, lanjut Yeti, kebijakan kesehatan terkait penanganan virus asal Tiongkok di Kota Depok dinilainya masih lemah. Akibatnya, banyak masyarakat yang akhirnya menyepelekan peraturan yang ada. Menurutnya, apabila pemerintah daerah Kota Depok secara persuasif dan tegas menerapkan peraturan yang ada. Maka, perilaku masyarakat seiring waktu akan berubah.

“Perilaku memang sulit diubah, bila Pemkot Depok ini mau tegas dan menggunakan pendekatan persuasif. Saya rasa mereka akan patuh, karena menyangkut keselamatan penduduk keseluruhan,” bebernya.