artikel lia

artikel lia

 

Oleh: Lia Fadlilah

Guru SMA Muhammadiyah Sawangan, Kota Depok

Mahasiswi Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka Jakarta.

 

MELALUI mata kuliah ICT, menjabarkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia dirasa sangat pesat, sehingga kita perlu mengenal teknologi untuk membangun komunikasi yang baik serta mengetahui berbagai informasi  yang diberikan dari hasil kemajuan teknologi tersebut.

Dapat dikatakan bahwa manusia tidak bisa melepaskan teknologi dari kehidupannya. Semakin berkembang teknologi yang ada didunia, maka semakin gencar pula penggunaan teknologi tersebut dalam membantu kegiatan manusia disegala bidang, sehingga membuat manusia seakan tidak bisa hidup tanpa teknologi. Pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan harus lebih banyak dilakukan di rumah, termasuk di bidang pendidikan.

Sekolah menerapkan metode pembelajaran secara daring atau diberlakukannya sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) maupun belajar dari rumah, dimana siswa dan guru melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan media teknologi. Disinilah guru dituntut untuk dapat mendesign media pembelajaran dan melakukan berbagai inovasi. Hal tersebut dibuktikan dengan diadakannya pembelajaran dengan menggunakan berbagai aplikasi untuk tetap dapat melaksanakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa secara maksimal. Pembelajaran dapat dilaksanakan dengan menggunakan group media sosial seperti WhatsApp, Instagram, aplikasi zoom, google classroom dan lain-lain.

Materi pembelajaran tidak hanya meningkatkan keterampilan dasar, tetapi berorientasi pada kebutuhan keterampilan pemahaman. Pada komunikasi virtual dalam pembelajaran terdapat juga simbol dan istilah-istilah yang hanya dimengerti oleh komunitas yang terlibat di dalamnya, sebagian dari simbol dan istilah tersebut memiliki makna yang sangat berbeda dengan yang dimaknai secara harfiah, bahkan sebagian justru tidak memiliki arti harfiah sama sekali jika mengacu dengan bahasa yang dimengerti masyarakat pada umumnya. Kajian keilmuan yang meneliti mengenai simbol atau tanda dan konstruksi makna yang terkandung dalam suatu tanda dinamakan dengan Semiotika.

Menurut teori semiotika Charles Sander Peirce, semiotika didasarkan pada logika, karena logika mempelajari bagaimana orang bernalar, sedangkan penalaran menurut Peirce dilakukan melalui tanda-tanda. Misalnya saja ketika sedang berjalan dan menemukan ada bendera kuning terpasang di depan sebuah gang, kita akan menafsirkan keadaan tersebut bahwa ada orang yang meninggal. Mengapa? …. Karena bendera kuning sudah menjadi tanda yang diketahui umum bahwa ada orang yang meninggal, tanpa kita diberitahu secara lisan ataupun tulisan.

Mengevaluasi teknologi pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran online dalam perspektif teknologi semiotika. Istilah dan simbol pada komunikasi virtual juga kerap digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan fitur-fitur yang disediakan oleh internet.

Pembelajaran daring dalam artikel ini dimaknai sebagai pemanfaatan teknologi untuk menyatukan perbedaan jarak antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran, teknologi sebagai media untuk menyampaikan materi pembelajaran dan mengakomodir kegiatan belajar siswa, dan teknologi sebagai media informasi dan komunikasi antar guru dengan siswa, atau antar sesama siswa. Komunikasi virtual yang dilakukan dengan menggunakan kata dan tindakan sederhana sekalipun dapat memberikan makna dan berpengaruh pada diri seseorang yang terlibat di dalamnya. Makna-makna tersebut ada yang bersifat subjektif dan bersifat universal.

Makna subjektif merupakan pemaknaan pada bahasa yang sifatnya berbeda pada setiap orang yang menerima pesan tersebut. Sedangkan makna universal, dimana setiap simbol, tanda, maupun bahasa yang terdapat didalamnya cenderung dimaknai serupa oleh setiap individu. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika komunikasi virtual melalui media pembelajaran online pun dapat menciptakan budaya dan bahasa-bahasa baru yang hanya dapat dipahami oleh para pelaku tersebut dalam hal ini guru dengan siswa.

Penggunaan tanda dalam pembelajaran online menggunakan media WhatsApp, adanya ucapan salam sebagai tanda pembuka pelajaran sekaligus tanda identitas kita sebagai kaum muslim yang memiliki sifat religius, kemudian adanya kalimat perintah (imperatif), kalimat berisi informasi (deklaratif), kalimat pertanyaan (interogatif), dan simbol-simbol lainnya seperti icon (gambar) yang merupakan salah satu tanda yang digunakan dalam pembelajaran yang berfungsi untuk memperjelas komunikasi antara si guru dan siswa. sehingga kegiatan pembelajaran akan dapat dengan mudah dilaksanakan secara efektif, tanpa adanya salah penafsiran antar satu sama lain.

Semiotika dapat memberikan pembelajaran yang berkualitas karena ditunjang dengan pengajar yang mampu memberi pemahaman kepada siswa dalam penyampaian materi dengan lebih jelas disertai dengan simbol atau tanda yang mendukung pembelajaran karena semiotika memiliki tujuan untuk menerjemahkan dan menginterpretasikan sistem tanda yang memiliki makna dibaliknya dan tanda merupakan bagian dari sistem yang membuat manusia bertindak sesuai dengan apa yang diekspektasikan, atau dimaknai. Sehingga akan membuat peserta didik lebih mudah mencapai target belajarnya. (*)