bencana alam di jawa barat
Longsor yang terjadi di kawasan Sumedang beberapa hari lalu.
bencana alam di jawa barat
Longsor yang terjadi di kawasan Sumedang beberapa hari lalu.

 

RADARDEPOK.COM – Semua kota dan kabupaten di Jawa Barat (Jabar) di musim hujan sekarang ini, menjadi rawan bencana alam seperti banjir dan longsor.

Dari 27 kota dan kabupaten yang ada di ‘Tanah Pasundan’, kawasan Garut menjadi daerah paling rawan bencana.

Diketahui, dalam satu bulan terakhir, terjadi beberapa bencana alam yang melanda sejumlah daerah di Jabar. Seperti banjir bandang di Cicurug dan longsor di Kecamatan Geger Bitung, Kabupaten Sukabumi. Banjir di Bandung Raya, dan tanah longsor di Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

“Ada 15 kabupaten/kota di antaranya tergolong berisiko tinggi. Sedangkan 12 kabupaten dan kota lainnya kategori sedang. Jadi, semuanya rawan bencana. Karena itu, warga diimbau waspada,” Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Dani Ramdan di Bandung, Sabtu (16/01).

Secara umum, ujar Dani, kabupaten dan kota di Jabar, dari wilayah tengah hingga selatan, rawan bencana tanah longsor. Sedangkan dari wilayah tengah hingga utara, rawan banjir.

“Umumnya seperti itu. Meski tidak menutup kemungkinan banjir terjadi di wilayah rawan longsor dan sebaliknya,” ujarnya

Menurut Dani, hal tersebut dikarena togografi wilayah Jabar yang merupakan kawasan perbukitan sehingga rentan terjadi pergerakan tanah dan banjir.

Selain itu, historis perencanaan pun menjadi indikator lain yang menunjukkan Jabar sebagai provinsi rawan bencana.

“Bahkan, dalam peta bencana yang disusun BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kabupaten Garut rangking pertama nasional kabupaten paling rawan bencana,” tutur Dani.

Dia mengatakan, dalam mengatasi potensi bencana di Jawa Barat, Pemprov Jabar pun telah melakukan upaya-upaya mitigasi, baik struktural maupun non-struktural.  Mitigasi struktural seperti pembangunan bendungan, normalisasi sungai, hingga dinding penahan tebing, dilakukan oleh instansi terkait, serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jabar.