pengusaha depok langgar prokes
PENERTIBAN : Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny saat melakukan tindakan kepada masyarakat yang melanggar PPKM. FOTO : ISTIMEWA
pengusaha depok langgar prokes
PENERTIBAN : Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny saat melakukan tindakan kepada masyarakat yang melanggar PPKM. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pelaku usaha dan warga Kota Depok memang benar-benar bader dalam menghadapi Virus Korona (Covid-19). Nyatanya, baru berjalan satu pekan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Korps Penegak Perda berhasil merangkum 2.067 pelanggaran.

Kepala Satpol PP Kota Depok, Lienda Ratna Nurdianny mengatakan, dalam sepakan ini timnya selalu melakukan pengawasan. Dan penindakan kepada masyarakat yang masih membandel dengan peraturan yang ada.

“PPKM telah dimulai sejak Senin (11/1). Dan kami terus melakukan pengawasan dan penindakan kepada masyarakat Kota Depok untuk membantu menekan angka kenaikan Covid-19,” tuturnya kepada Radar Depok, Minggu (17/01).

Berdasarkan data internal yang dimiliknya, Lienda menyebut, total pelanggaran sejak Senin (11/01) sampai Sabtu (16/01) adalah sebanyak 2.067 pelanggaran.

“Pelanggaran paling banyak terjadi pada Jumat (15/01). Ada sebanyak 551 pelanggaran,” ujarnya.

Lanjutnya, ada empat kategori sasaran pengawasan dan penindakan. Antara lain, penindakan pelanggaran masker, pengawasan protokol kesehatan dunia usaha, penindakan terhadap dunia usaha, dan penindakan aktivitas berkerumun.

Dari keempat kategori tersebut, yang paling banyak melakukan pelanggaran adalah dunia usaha sebanyak 1.035. Kemudian, disusul oleh pelanggaran masker sebanyak 1.012 pelanggaran.

“Masih banyak yang melanggar. Dan masih abai akan protokol kesehatan,” sambungnya.

Lienda menambahkan, sanksi yang diberlakukan berdasarkan sasaran kegiatan ada tiga. Yaitu, teguran lisan atau tertulis, sanksi sosial, dan denda.

“Sanksi paling banyak adalah teguran lisan atau tertulis sebanyak 1.389,” tambahnya.

Tak hanya memberikan sanksi dan melakukan penindakan. Lienda mengaku, saat di lapangan, pihaknya juga memberikan edukasi kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Semua ini akan lebih maksimal, jika seluruh komponen masyarakat bergerak. Karena kedisiplinan protokol kesehatan sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja,” ucap Lienda.