RADARDEPOK.COM – Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang di Indonesia sampai akhir tahun 2020.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Jalan Tol Terpeka pada 15 Desember 2020 bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Menghubungkan Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, tol terpanjang ini juga mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Berikut profil dan fakta menarik dari Jalan Tol Terpeka:

1. Dirancang sepanjang 189 kilometer

Jalan Tol Terpeka dibangun sepanjang 189 kilometer dan merupakan bagian dari jaringan JTTS. Dibangunnya JTTS Ruas Tol Terpeka ini akan melengkapi Tol Bakauheuni-Terbanggi Besar yang telah beroperasi lebih dulu.

Tol Terpeka terbagi menjadi dua seksi yaitu Seksi I ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang sepanjang 112 kilometer dan Seksi II ruas Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 77 kilometer.

2. Pembangunan dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero)

Pemerintah memberikan penugasan kepada PT Hutama Karya (Persero) sebagai BUMN yang menggarap pembangunan Tol Terpeka. Hal itu berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 Tahun 2015 tentang percepatan pembangunan JTTS dalam rangka pengembangan kawasan di Pulau Sumatera.

Hingga kini, pembangunan JTTS dengan total panjang 2.765 kilometer masih terus berlanjut dan ditargetkan akan selesai seluruhnya Tahun 2024.

3. Menelan investasi sebesar Rp 21,95 triliun

 

Tol Terpeka dibangun pada pertengahan Tahun 2017, dan tuntas konstruksi fisiknya pada November 2019. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), tol ini dibangun dengan biaya investasi sebesar Rp 21,95 triliun.

Biaya pembangunan berasal dari penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Hutama Karya (Persero), dukungan konstruksi dan pinjaman sindikasi perbankan. Adapun dukungan konstruksi yang diberikan untuk pembangunan Tol Terpeka ini mencapai 80 kilometer atau sekitar Rp 8,37 triliun.

Sementara jumlah pinjaman yang didapat untuk pembangunan jalan tol ini yaitu sebesar Rp 9,16 triliun. Pinjaman tersebut bersumber dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT CIMB Niaga Tbk, dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI.

4. Terpeka sabet rekor MURI jadi yang terpanjang di Indonesia

Jalan Tol Terpeka berhasil mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai jalan tol terpanjang di Indonesia. Selain itu, Tol Terpeka juga menjadi jalan tol dengan waktu pengerjaan pembangunan tersingkat di Indonesia yaitu hanya memakan waktu 2,5 tahun atau 841 hari.

5. Menampung lebih dari 6.400 kendaraan setiap harinya

Tol Terpeka mampu menampung volume kendaraan sebanyak lebih dari 6.400 kendaraan setiap harinya.

Sejumlah fasilitas disediakan Hutama Karya, mencakup sembilan tempat istirahat (TI) atau rest area yang berada di sepanjang ruas Tol Terpeka. Rinciannya terdapat lima TI di jalur yang mengarah ke Kayu Agung, dan empat lainnya untuk arah ke Bakauheni.

Tol Terpeka juga dilengkapi 17 jembatan, enam simpang susun dan 23 underpass yang akan memperlancar aksebilitas perjalanan dari dan menuju ke arah Palembang, Sumatera Selatan.

Tol dengan lebar jalur utama 3,6 meter untuk tiap lajur ini dilengkapi dengan enam Gerbang Tol (GT) yaitu GT Gunung Batin di KM 26, GT Menggala yang ada di KM 43, GT Lambu Kibang di KM 61, GT Way Kenanga di KM 77, GT Simpang Pematang di KM 99, dan GT Kayu Agung di KM 188.

6. Menghubungkan Lampung dan Sumatera Selatan

Tol Terpeka menghubungkan dua provinsi yaitu Provinsi Lampung dan Provinsi Sumatera Selatan. Kehadiran Tol Terpeka diyakini dapat meningkatkan konektivitas antar-kedua provinsi tersebut. Selain itu, juga dapat mendorong pertumbuhan dan geliat ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

7. Potensial meningkatkan nilai properti di wilayah yang dilintasi

 

Adapun salah satu manfaat dibangunnya Tol Terpeka yaitu dapat meningkatkan nilai atau harga properti yang ada di sekitar wilayah yang dilintasi.

Selain itu, Tol Terpeka ini juga dapat mendorong bermunculannya bisnis pengembangan perumahan di wilayah tersebut. Hal ini penting terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat memiliki rumah.

8. Pangkas waktu tempuh Lampung-Palembang menjadi 5 Jam

Tol Terpeka sangat berperan dalam memangkas waktu perjalanan terutama dari Bakauheni, Lampung, menuju Palembang, Sumatera Selatan yang hanya memakan waktu 5 jam perjalanan.

Padahal sebelumnya, perjalanan dari Bakauheni menuju Palembang dapat menghabiskan waktu hingga 10-12 jam perjalanan.

9. Tarif Tol Terpeka

Tarif Tol Terpeka mulai diberlakukan pada 6 Januari 2020 berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor 1194/KPTS/2019 tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Pada Jalan Tol Terbanggi Besar- Pematang Panggang-Kayu Agung tertanggal 20 Desember 2019.

Untuk kendaraan Golongan I dikenakan tarif Rp 170.500 dari GT Terbanggi Besar hingga keluar di GT Kayu Agung dan begitu pula sebaliknya.

Lalu, kendaraan Golongan II dan III dikenakan tarif Rp 255.500 dari GT Terbanggi Besar hingga keluar di GT Kayu Agung dan begitu pula sebaliknya. Sementara itu kendaraan Golongan IV dan V dikenakan tarif Rp 341.000 dari GT Terbanggi Besar hingga keluar di GT Kayu Agung dan begitu pula sebaliknya.

 

Editor : Pebri Mulya