Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Ruang Publik Sikap tak Acuh Terhadap Kesehatan Membawa Petaka Ditengah Pandemi

Sikap tak Acuh Terhadap Kesehatan Membawa Petaka Ditengah Pandemi

0
Sikap tak Acuh Terhadap Kesehatan Membawa Petaka Ditengah Pandemi

artikel natasya

 

Oleh: Nathasya Echa Indriani

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju

 

BERDASARKAN banyaknya berita serta kasus yang mengangkat tentang sikap tak acuh masyarakat terhadap kesehatan, khususnya dimasa pandemi saat ini, membuat segelintir masyarakat yang sudah menahan diri selama hampir sebelas bulan ini menjadi geram. Bukan karena iri tetapi lebih kepada kecewa, mengapa mereka mulai mengabaikannya, padahal protokol kesehatan saat ini saja dirasa masih belum cukup menecegah penularan virus Korona (Covid-19) terutama untuk diri sendiri.

Terkadang kata “Petaka” menjadi suatu kata yang cukup menyeramkan, seperti sebuah sihir jahat dimana seakan-akan kata tersebut dapat merugikan diri sendiri atau bahkan orang lain. Pada kenyataannya ketika kita mulai besikap tak acuh terhadap kesehatan kita, mungkin saja petaka tersebut datang kepada kita. Oleh karena itu, seharusnya setiap masyarakat memiliki sikap perduli terhadap kesehatan, agar dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi.

Seperti tertulis dalam UU Nomor 36 Tahun 2009 Bab VI pasal 11 tentang kesehatan, menyatakan bahwa “ Setiap orang berkewajiban berperilaku hidup sehat untuk mewujudkan, mempertahankan, dan memajukan kesehatan yang setinggi-tingginya”, dan pasal 12 tentang kesehatan, yang menyatakan bahwa “ Setiap orang berkewajiban menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan bagi orang lain yang menjadi tanggung jawabnya.”

Kedua pasal tersebut sudah sangat jelas dipaparkan bahwa berperilaku hidup sehat, menjaga kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan adalah kewajiban setiap orang, sehingga seharusnya tidak ada lagi masyarakat yang hanya ingin mementingkan dirinya sendiri.

Beberapa artikel juga mengatakan bahwa karantina atau berjalannya psbb ini, membuat masyarakat mulai lelah dalam mematuhi protokol kesehatan, yang bukannya semakin berkurang malah semakin bertambah, dan banyak juga masyarakat yang tidak perduli terhadap kesehatan sehingga mereka tetap melakukan akivitasnya tanpa menggunakan masker ataupun menjaga jarak, padahal dalam INPRES Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Desease 2019 menyatakan bahwa:

Peraturan Gubernur/Peraturan Bupati/Wali Kota yang memuat ketentuan antara lain:

  1. Menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya;
  2. Membersihkan tangan secara teratur;
  3. Pembatasan interaksi fisik (physical distancing), dan
  4. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS);

Dan sanksi yang tertulis adalah : teguran lisan atau teguran tertulis; kerja sosial; denda administratif; atau penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Oleh karena itu jangan sampai sikap tak acuh kita terhadap kesehatan yang justru membawa petaka bagi orang lain. Tetapi marilah kita menjaga kesehatan kita dan marilah kita perduli terhadap orang disekiar kita dengan cara saling mengingatkan bahwa upaya kesehatan sangat penting dilakukan baik dimasa pandemi saat ini maupun tidak. (*)