penyidik KPK

penyidik KPK

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Sosok ‘madam’ dalam kasus dugaan rasuah bantuan sosial (bansos) yang menjerat mantan Menteri Sosial, Juliari Peter Batubara akan diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

Istilah ‘Madam’ dalam kasus korupsi Bansos muncul dalam laporan Koran Tempo. Madam, sebagaimana dilaporkan Tempo, mengacu ke seorang petinggi elite PDI Perjuangan.

Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri mengatakan, mengonfirmasi tentang ‘Madam’ ke beberapa saksi yang dipanggil menjadi upaya yang ditempuh penyidik.

“Pada prinsipnya segala informasi yang berkembang yang kami terima, yang ada hubungan dengan perkara yang sedang dilakukan penyidikan ini, tentu akan dikembangkan lebih lanjut dengan mengkonfirmasi kepada para saksi,” kata Ali.

Dalam perkembangan penanganan kasus ini, sejumlah politikus PDI Perjuangan (PDIP) diduga terlibat. Selain Juliari, ada nama Herman Hery dan Ihsan Yunus. Keduanya adalah Ketua Komisi Hukum DPR dan Wakil Ketua Komisi Agama dan Sosial DPR. Ihsan belakangan dirotasi ke Komisi II yang membidangi tugas pemerintahan dalam negeri, kepemiluan, hingga pertanahan dan reforma agraria.

Berdasarkan laporan investigasi Koran Tempo, disebutkan bahwa jatah kuota 1,3 juta paket bansos diberikan kepada Herman dan Ihsan. Perusahaan yang terafiliasi dengan Herman memperoleh 1 juta paket, sedangkan sisanya untuk perusahaan yang berafiliasi dengan Ihsan.

Dalam temuan awal KPK, Juliari diduga menerima fee Rp10 ribu dari setiap bansos. Sehingga, total uang yang diterima mencapai Rp 17 miliar dari dua paket pelaksanaan bantuan.

Sumber dalam laporan Tempo menyebut karena ada bagian dari ‘Madam’ maka tidak ada potongan kuota paket yang diperoleh Herman dan Ihsan.