Beranda Utama Sriwijaya Air SJ 182 Jadi Tragedi ke-13 Kecelakaan Pesawat di Indonesia 

Sriwijaya Air SJ 182 Jadi Tragedi ke-13 Kecelakaan Pesawat di Indonesia 

0
Sriwijaya Air SJ 182 Jadi Tragedi ke-13 Kecelakaan Pesawat di Indonesia 
Puing dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang ditemukan.
puing besar sriwijaya air
Puing dari pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang ditemukan.

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Rentetan pesawat yang mengalami kecelakaan di mulai sejak 2004. 30 November 2004, pesawat Lion Air JT538 dengan rute penerbangan Jakarta-Surabaya tergelincir ketika akan transit dan mendarat di Bandara Adi Sumarmo, Solo. Akibat dari kecelakaan itu, 26 orang tewas, 55 orang luka berat, dan 63 orang lainnya luka ringan.

5 September 2005, Mandala Airlines RI 091 jatuh di wilayah Padang Bulan, Medan. Peristiwa tersebut terjadi ketika pesawat akan lepas landas dari Bandara Polonia Medan. Dari 117 orang yang menumpang pesawat itu, 102 orang termasuk Gubernur Sumatera Utara 2005. Tengku Rizal Nurdin beserta dua anggota DPD Sumut lainnya meninggal dunia. Bahkan, 47 warga di wilayah Padang Bulan turut menjadi korban. Sementara itu, 17 penumpang lainnya dilaporkan selamat.

7 Maret 2007, Garuda Indonesia GA-200 dengan rute Jakarta-Yogyakarta meledak setelah terperosok saat sedang mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Percikan api dari ban bagian depan pesawat disinyalir menjadi akibat meledaknya pesawat. Diketahui, badan pesawat terbelah dan salah satu sayap pesawat pecah.

1 Januari 2007, Adam Air KI-574 dengan rute Surabaya-Manado jatuh di Perairan Kalimantan. Kotak hitam pesawat ditemukan di kedalaman 2.000 meter pada 28 Agustus 2007. Seluruh penumpang beserta awak kabin yang berjumlah 102 orang dikabarkan tewas.

2 Agustus 2009, Merpati Nusantara Airlines 9760D dengan rute penerbangan Jayapura-Oksibil, dikabarkan hilang kontak. Selanjutnya, serpihan pesawat ditemukan beberapa mil dari Oksibil atau dua hari setelah dikabarkan hilang kontak. Sebanyak 13 penumpang dan 3 kru pesawat tewas dalam peristiwa tersebut.

7 Mei 2011, Merpati 8968 mengalami kecelakaan di perairan dekat Bandara Utarom, Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Pesawat itu diketahui jatuh dari ketinggian 15.000 kaki. Sebanyak 25 orang meninggal dunia dalam kejadian itu.

9 Mei 2012, Sukhoi Superjet 100 buatan Rusia dikabarkan hilang kontak dan jatuh di sekitaran Gunung Salak, Bogor saat sedang melakukan uji coba terbang. Sebanyak 38 penumpang dan 8 kru pesawat tewas dalam peristiwa itu.

28 Desember 2014, Air Asia QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura dikabarkan hilang kontak setelah 50 menit lepas landas dari Bandara Juanda Surabaya. Sebanyak 155 penumpang dan 7 awak pesawat dikabarkan tewas. Badan pesawat ditemukan pada 14 Januari 2015.