bawang putih

bawang putih

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Kebutuhan bawang putih dalam negeri dari produksi lokal masih belum terpenuhi di Indonesia. Tiap tahun rata-rata kebutuhan bawang putih di Indonesia lebih dari 500.000 ton, dan 90 persen terpenuhi dengan impor.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto mengatakan, pada 2021 kebutuhan bawang putih nasional diperkirakan mencapai 532.000 ton. Tapi, ada limpahan sisa stok bawang putih dari tahun lalu sebanyak 134.000 ton.

Meskipun begitu, dengan stok tersebut diperkirakan hanya akan memenuhi kebutuhan bawang putih nasional hingga Maret 2021.

“Sekarang masih ada stok dari 2020 yang tercatat di kami 134.000 ton. Sehingga Januari, Februari masih tersedia, tapi Maret, April sudah mengalami shortage (kekurangan) untuk kebutuhan bawang putih,” ujar Prihasto.

Secara detail, stok akhir tahun lalu tersedia 134.576 ton dengan adanya konsumsi dalam negeri, maka stok di Januari 2021 menjadi 85.041 ton, kemudian akan kembali berkurang menjadi 42.338 ton di Februari 2021.

Lalu pada Maret 2021 stoknya menipis menjadi hanya 4.788 ton. Setelahnya, stok bawang putih pun menjadi minus, sehingga solusi untuk bisa tetap memenuhi kebutuhan dalam negeri yakni dengan impor.

Sebab, produksi bawang putih lokal sangat rendah dan tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Tahun ini, produksi bawang putih lokal diperkirakan hanya mencapai 98.387 ton.

Prihasto mengatakan, sudah ada beberapa importir yang mengajukan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) kepada Kementan. Hingga saat ini tercatat ada 5 perusahaan yang mengajukan RIPH dengan volume 46.980 ton bawang putih.

Adapun secara keseluruhan produk hortikultura, total pengajukan RIPH hingga saat ini sudah mencapai 157.000 ton. Terdiri dari 83.000 ton sayur-sayuran dan 73.000 ton buah-buahan.

“Ini baru pengajuan, belum realisasi. Ini sudah dikeluarkan RIPH-nya,” kata dia.