Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Metropolis Target Depok : Satu Kecamatan, Satu Madrasah Negeri

Target Depok : Satu Kecamatan, Satu Madrasah Negeri

0
Target Depok : Satu Kecamatan, Satu Madrasah Negeri
KURANG MADRASAH : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (kiri) saat menghadiri Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kementerian Agama RI, di halaman Kantor Kemenag Kota Depok. Selasa (5/1). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
satu madrasah satu kecamatan
KURANG MADRASAH : Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna (kiri) saat menghadiri Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kementerian Agama RI, di halaman Kantor Kemenag Kota Depok. Selasa (5/1). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dunia pendidikan memang menjadi kebutuhan paling dasar bagi setiap masyarakat. Termasuk pendidikan keagamaan, yang harus ada peran serta seluruh elemen.

Nah, kondisi demikian yang sepertinya perlu diterapkan di Kota Depok. Setidaknya bila mengaca jumlah madrasah negeri di Kota Depok yang jumlahnya sangat minim.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, Asnawi mengatakan, dengan jumlah madrasah saat ini, dinilai belum cukup untuk skup Kota Depok. Belum ada tindakan konkret untuk mendirikan Madrasah Negeri.

“Tetap kebutuhan akan madrasah negeri sangat penting. Sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk mendidik pondasi keagamaan seluruh anak dengan baik,” ungkapnya saat melangsungkan Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-75 Kementerian Agama RI, di halaman Kantor Kemenag Kota Depok. Selasa (5/1)

Dirinya mengharapkan, adanya komunikasi yang nyata dengan pemerintah untuk mewujudkan madrasah negeri. Idealnya, setiap kecamatan ada satu madrasah. Barulah bisa bantu membangun akhlak setiap anak Kota Depok.

Namun hingga kini, lanjut dia, belum ada rencana pembangunan madrasah negeri. Pihaknya masih menunggu arah positif komunikasi yang baik untuk berkolaborasi membangun madrasah. Diketahui saat ini, cuma ada satu madrasah negeri di Kota Depok. Mts Negeri Kota Depok di Kecamatan Cilodong.

“Begitu juga dari pihak swasta. Belum ada pengajuan perencanaan pembangunan madrasah,” tambah Asnawi.

Lebih lanjut, ia menerangkan, pemerintah bisa membeli secara langsung madrasah swasta yang sedang dikelola para tokoh dan alim ulama di Kota Depok. Namun hal tersebut susah terwujud, karena para tokoh juga ingin berkontribusi mendidik nilai keagamaan setiap anak-anak.

“Itu bisa saja tapi sulit karena belum tentu para tokoh agama selaku pemilik mau di beli pemerintah untuk dijadikan madrasah negeri,” terangnya.

Padahal menurut Asnawi, bukan perkara yang sulit dalam membangun madrasah negeri di Depok. Sebab, pemerintah sifanya hanya menyediakan lahan, sementara pembangunan fisik dilakukan kemenag.