Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Utama Telusuri Sumber Korona di Panti Depok

Telusuri Sumber Korona di Panti Depok

0
Telusuri Sumber Korona di Panti Depok

ilustrasi virus korona baru

 

RADAR DEPOK.COM, DEPOK – Dinas Kesehatan Kota Depok bersama Gugus Tugas Percepetan Penanganan Covid-19 terus melakukan penelusuran asal muasal penyebaran virus Covid-19 yang menyebabkan puluhan penghuni Panti Asuhan Fransiskus Asisi, di Jalan Kamboja, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, reaktif hasil test Antigen.

Kepala Dinas Kesehatan, drg Novarita memastikan dari 40 anak yang telah menjalani tes antigen, hasil 33 anak dinyatakan reaktif, sedangkan tujuh anak dinyatakan non reaktif.

“Ya sudah dipastikan hasil dari antigen 33 reaktif, 7 anak non reaktif. Kami terus lakukan penelusuran,” ungkap Novarita kepada Radar Depok, Rabu (20/1).

Dirinya belum bisa memastikan, seluruh anak yang reaktif terpapar dari siapa dan dari mana. Namun, saat ini semua penghuni panti sedang menjalani isolasi mandiri di lokasi panti asuhan tersebut.

“Semua penghuni, baik anak-anak, pengasuh, dan lainnya sudah kami test swab tapi hasilnya belum keluar,” ungkap Novarita.

Dari informasi yang dihimpun Radar Depok, sementara kuat dugaan seluruh penghuni panti asuhan terpapar dari salah satu pekerja bangunan, sebab memang diketahui panti asuhan tersebut sedang dalam renovasi.

Hal itu membuat panti asuhan tersebut dialihfungsikan menjadi tempat isolasi mandiri, yang tentunya menutup segala aktifitas di panti tersebut.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Depok, Dadang Wihana menuturkan, perkembangan terkait panti asuhan masih sama pada sebelumnya. Hasil test swab belum keluar, tetapi petugas melakukan pemantuan secara berkala melalui Puskesmas setempat.

“Hasil tesnya belum keluar sampai saat ini. Kami selalu berkoordinasi dengan Puskesmas dan pihak panti soal perkembangan,” kata Dadang kepada Radar Depok, Rabu (20/1).

Terkait penelusuran dari mana para penghuni panti terpapar, Dadang menyampaikan untuk sementara para penghuni panti terpapar dari dua pekerja bangunan yang hasil swabnya positif.
“Kami masih mendalami penelusuran dari mana kepastian terpaparnya, tapi untuk sementara kami sampaikan dari pekerja bangunan yang sedang merenovasi panti tersebut,” jelasnya.

Dirinya memastikan, Satgas juga menyuplai logistik sebanyak 40 paket ke panti tersebut agar isolasi bisa berjalan dengan optimal. Namun, pihak panti juga memiliki sumber logistik tersendiri untuk membantu jalannya isolasi mandiri. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR