Beranda Utama Tempat Tidur Pasien Korona Sisa 10 Persen di Kota Depok

Tempat Tidur Pasien Korona Sisa 10 Persen di Kota Depok

0
Tempat Tidur Pasien Korona Sisa 10 Persen di Kota Depok

pasien korona tidur

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pantas saja Kota Depok yang masuk dalam siaga 1 Covid-19 (Virus Korona). Keladinya, dari 491 ketersedian tempat tidur sudah terisi 90 persen dari seluruh rumah sakit (RS) se-Kota Depok, Rabu (6/1).

“Tempat tidur yang disediakan ada 491 di seluruh rumah sakit di Depok, baik swasta maupun negeri. Saat ini sudah terisi 90 persen,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita kepada Radar Depok, Rabu (6/1).

Dia menjelaskan, akan ada penambahan jumlah tempat tidur yang jumlahnya di bawah 100. Nantinya, akan disebar ke seluruh rumah sakit yang ada di Depok. Bagi rumah sakit yang ada, wajib untuk menerima pasien Covid-19 dari berbagai gejala.

“Iya wajib rumah sakit menerima pasien Covid-19. Nanti tinggal berkoordinasi dengan kami di pemeritahan bersama Gugus Tugas Kota,” ungkap Nova.

Dia melanjutkan, tentunya pemerintah akan memanfaatkan peluang, jika ada tempat baru yang disediakan berbagai pihak untuk penanganan Covid-19 di Kota Depok. Namun, sampai saat ini belum ada peluang untuk menambah tempat baru.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana membeberkan, baru melakukan rapat bersama seluruh Direktur Utama para rumah sakit yang ada di Depok, untuk meminta menyediakan tempat yang tidak terpakai agar difungsikan merawat pasien Covid-19.

“Nanti akan ada penambahan sarana dan prasarana isolasi dan ruang ICU, khusus untuk perawatan pasien Covid-19. Minggu ini kita kongkretkan,” tegas pria yang juga menjabat Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok ini.

Dadang belum bisa memastikan berapa sarana maupun prasaran yang akan dibutuhkan, agar dapat menggunakan ruangan baru di setiap Rumah Sakit. Pasalnya, gugus tugas masih menunggu informasi kapasitas yang tersedia.

“Iya dua hari ke depan mungkin akan ketahuan kebutuhannya berapa dan apa saja, tunggu laporan dari Rumah Sakit,” ucap Dadang.

Menurutnya, rumah isolasi Wisma Makara UI dan Pusat Study Jepang UI, sejauh ini masih dapat menampung pasien OTG. Hal ini dikarenakan, setiap hari ada pasien yang keluar dan masuk.

“Kapasitasnya rata-rata dua tempat itu sekitar 80 sampai 85 persen, karena ada pasien yang keluar dan masuk,” tutup Dadang.