alam semesta langit

alam semesta langit

 

RADARDEPOK.COM – Berdasarkan perhitungan terkini, usia semesta sudah mencapai 13,77 miliar tahun, dengan kurang lebih 40 juta tahun. Itu dihasilkan setelah astronom melakukan perhitungan usia alam semesta

Perhitungan itu dipimpin oleh Universitas Cornell di Amerika Serikat yang menggunakan data Atacama Cosmology Telescope (ACT) yang berada di Chile. ACT dimiiki oleh National Science Foundation.

Hasil perhitungan Universitas Cornell tidak terlalu berbeda dari perhitungan sebelumnya yang dilakukan Planck Collaboration dan European Space Agency pada 2019. Saat itu, usia alam semesta diperkirakan mencapai 13,8 miliar.

“Sekarang kita telah mencapai sebuah jawaban yang disetujui Planck dan ACT,” ujar astronom Simone Aola dari Flatiron Institute di New York City, seperti dilansir Space.com, Minggu (10/1).

ACT mengukur cahaya tertua di alam semesta untuk mengetahui usia semesta. Cahaya tertua itu juga disebut cosmic microwave background (CMB).

Penelitian itu diterbitkan dalam makalah berjudul The Atacama Cosmology Telescope: a measurement of the Cosmic Microwave Background power spectra at 98 and 150 GHz. Penulisannya dipimpin oleh ilmuwan Universitas Cornell, Steve Choi.

Menentukan usia alam semesta bisa membantu ilmuwan bisa lebih paham seberapa cepat ekspansi alam semesta. Hal itu disebut konstanta Hubble.

Hasil perhitungan konstanta Hubble antara ACT dan Planc juga tidak terlalu berbeda.

Steve Choi yang meneliti di Cornell Center for Astrophysics and Planetary Sicence berkata hasil temuan ini memberikan ilmuwan kepercayaan diri dalam pengukuran cahaya tertua di alam semesta. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya