Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Ruang Publik Tips Mengurangi Tingkat Kecemasan Terhadap Covid-19

Tips Mengurangi Tingkat Kecemasan Terhadap Covid-19

0
Tips Mengurangi Tingkat Kecemasan Terhadap Covid-19

 

Oleh : Lukmanul Hakim BHS

 

KECEMASAN merupakan dasar dari keseluruhan emosi yang dirasakan manusia. Sesekali rasa cemas akan datang dan menjadi bagian normal dari hidup seseorang. Misalnya saja ketika anda hendak memulai sesuatu yang baru, atau harus mengambil keputusan penting maka hal tersebut melibatkan rasa takut dan khawatir. Jika hal tersebut tidak ditangani secara cepat maka akan berdampak pada sendi kehidupan sehari hari.

Secara singkat, kecemasan dapat diartikan sebagai perasaan tidak nyaman yang atau ketakutan yang dialami secara berlebihan oleh individu. Biasanya hal ini bersifat terselubung dan ditutupi dengan perilaku defensive seperti menghindar dari sumber pencetus (Morgan et al, 2001). Rasa cemas itu merupakan sesuatu yang normal pada manusia. Namun ketika rasa tersebut tidak dapat dikendalikan dan berdampak pada kehidupan sehari hari maka hal tersebut menjadi petunjuk perlunya penanganan yang serius.

Pada bulan maret tahun 2020 sampai dengan saat ini sangat luar biasa untuk kita semua khusus nya di negara indonesia. Kemunculan Covid-19 di dunia terutama di indonesia tak luput membuat sebagian besar orang merasa mempunyai kecemasan yang sangat luar biasa. Diantara orang orang ini, tak sedikit pula yang berhasil mengatasinya dengan berbagai macam cara.

Menurut jeffrey S Nevid (2003) Kecemasan (anxiety) adalah suatu keadaan aprehensi atau keadaan khawatir yang mengeluhkan bahwa sesuatu yang buruk akan segera terjadi. Banyak hal yang harus dicemaskan misalnya, kesehatan kita, relasi sosial, ujian, karier, relasi internasional, dan kondisi lingkungan adalah beberapa hal yang dapat menjadi sumber kekhawatiran. Dan salah satunya adalah yaitu kecemasan yang tinggi terhadap apa yang di pikirkan. Apa lagi ketika pada saat ini, dimana wabah Covid-19 sedang menghantui para penduduk di indonesia. Maka dari itu, mungkin sebagian besar warga masyarakat sangat cemas dengan adanya Covid-19 ini.

Ada 1 kasus dimana seseorang sedang sakit, mungkin sakitnya ini bisa penyakit yang pada umumnya, ia mengalami sakit panas, batuk dan hidung tersumbat dengan penciuman yang sangat kurang jelas akan tetapi masih tercium aroma-aroma, pada akhirnya ia berobat ke salah satu klinik swasta di daerah tangerang, ketika berobat ke klinik tersebut ia tidak diperiksa atau di cek kesehatannya, singkat cerita lalu ia (yang terkena penyakit) di vonis gejala Covid-19. Mengapa bisa disebut gejala covid ..??? yaa, karena ia mengalami sakit yang mungkin satu tujuan dengan Covid-19.

Pada saat itu juga ia mengalami tingkat kecemasan yang sangat tinggi setelah dinyatakan gejala covid 19, ketika selesai berobat ke klinik lalu ia pulang kerumah untuk beristirahat kembali dan mengurangi tingkat kecemasan-nya dengan melalukan hal hal yang positif.

Ada beberapa tips untuk mengurangi tingkat kecemasan di saat pandemi covid-19 ini:

1.   Batasi akses media sosial

Disarankan untuk membatasi diri maksimal 30 menit memantau media sosial. Terlalu banyak informasi, yang tidak semuanya penting, bisa memperburuk serangan rasa cemas.

2.   Fokus ke hal-hal yang bisa dikontrol

Ada banyak hal yang berada di luar kendali. Satu-satunya yang pasti bisa dilakukan adalah jaga diri, melindungi dari risiko tertular. Misalnya dengan saling menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun.

3.   Sibukkan diri

Pembatasan sosial dengan tetap berada di rumah bukan berarti tidak melakukan kegiatan apa-apa. Menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan positif tidak hanya mengalihkan rasa cemas, melainkan juga jadi lebih produktif.

4.   Mengeluarkan uneg uneg

Bagaimanapun, rasa cemas itu wajar di tengah berbagai ketidakpastian. Yang tidak boleh adalah berlebihan dalam kecemasan. Akan sangat membantu jika bisa mengatur waktu untuk sejenak menumpahkan segala kecemasan, baik dengan curhat maupun menuliskannya dalam catatan harian.

5.   Pilih teman yang baik

Jika butuh teman curhat, carilah teman yang bisa memahami perasaan anda tanpa menghakimi. Hindari juga teman yang justru membuat tambah panik atau bikin kecemasan semakin tinggi. (*)