Beranda Politika Undangan Penetapan Wali dan Wawali Terpilih Dibatasi

Undangan Penetapan Wali dan Wawali Terpilih Dibatasi

0
Undangan Penetapan Wali dan Wawali Terpilih Dibatasi
KOMPAK : Paslon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono saat debat publik perdana yang difasilitasi KPU Kota Depok di salah satu stasiun swasta nasional, Minggu (22/11). FOTO : ISTIMEWA
idris dan imam menuju pelantikan
KOMPAK : Paslon Walikota dan Wakil Walikota Nomor Urut 2, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono saat debat publik perdana yang difasilitasi KPU Kota Depok di salah satu stasiun swasta nasional, Minggu (22/11). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Walikota dan Wakil Walikota (Wawali) Terpilih pada Pilkada Depok 2020, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono akan ditetapkan pada 20 Januari 2021. Namun, dalam pelaksanaannya, KPU Kota Depok akan membatasi jumlah undangan dan menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 ketat.

“Insha Allah, untuk Tahapan Penetapan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih di Pilkada Depok 2020, akan dilaksanakan 20 Januari,” kata Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna, Rabu (13/01).

Namun, sambung Nana, saat pelaksanannya yang masih di tengah pandemi Covid-19 membuat KPU Kota Depok membatasi jumlah undangan yang akan menghadiri salah satu tahapan krusial dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020.

“Jadi, menyesuaikan dengan Prokes Covid-19, seperti mengundang secara terbatas,” sambung Nana.

Komisioner KPU Depok yang ramah dan tidak pelit informasi kepada media ini mengungkapkan, undangan hanya pasangan calon dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda). Sementara, bagi awak media, pihaknya menyiapkan fasilitas live streaming.

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya dan mohon maklum, jika tidak bisa mengundang sesuai dengan kapasitas ruangan. Bagi teman-teman media yang ingin meliput pun kami siapkan live streaming saja,” ungkapnya.

Diketahui,  Walikota dan Wakil WalikotaTerpilih pada Pilkada Depok 2020 akan ditetapkan pada 20 Januari 2021 di Hotel Margo, Jalan Raya Margonda, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji.

Nana bersyukur dalam pelaksanaan Pilkada Depok 2020 dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses, serta tidak ada klaster Pilkada, meski dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Bahkan, kata dia, tingkat partisipasi pemilih lebih baik dari pesta demokrasi periode sebelumnya, yakni di angka 62,80 persen.

“Alhamdulillah, naik enam persen lebih dari Pilkada Depok 2015. Yang patut kami syukuri adalah, pelaksanaan berjalan dengan lancar, aman, sukses tanpa ekses. Sebab, tidak ada pemungutan suara ulang (PSU) atau sampai mengajukan sengketa ke MK (Mahkamah Konstitusi),” bebernya.