Beranda Utama Uu Ruzhanul dan Yayasan Assyafir Jinnat Anaem Bahas Rencana 1.000 Masjid

Uu Ruzhanul dan Yayasan Assyafir Jinnat Anaem Bahas Rencana 1.000 Masjid

0
Uu Ruzhanul dan Yayasan Assyafir Jinnat Anaem Bahas Rencana 1.000 Masjid
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum dan Pembina Yayasan Assyafir Jinnat Anaem, Habib Muhammad Abdullah Sulaeman Albaram asal Oman.
uu menerima audiensi
Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum dan Pembina Yayasan Assyafir Jinnat Anaem, Habib Muhammad Abdullah Sulaeman Albaram asal Oman.

 

RADARDEPOK.COM, KOTA BANDUNG – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum menerima audiensi Yayasan Assyafir Jinnat Anaem di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jabar, Kota Bandung, Selasa (26/01).

Dalam audiensi bersama yayasan yang bergerak di bidang sosial keumatan ini, Kang Uu dan Pembina Yayasan Assyafir Jinnat Anaem, Habib Muhammad Abdullah Sulaeman Albaram asal Oman, membahas program yayasan untuk membangun 1.000 Masjid di Jabar.

“Beliau (Habib Muhammad Abdullah Sulaeman Albaram) merupakan pembina Yayasan Assyafir Jinnat Anaem yang bergerak ke negara-negara Muslim untuk membangun masjid,” kata Kang Uu.

“Di Jabar, Yayasan Assyafir Jinnat Anaem berencana membangun 1.000 Masjid di atas tanah milik masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Kang Uu pun menyambut baik program tersebut. Menurutnya, pembangunan masjid-masjid secara masif dan merata di Jabar akan mengakselerasi visi Jabar Juara Lahir dan Batin, khususnya di bidang batin untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Adapun, masjid-masjid yang dibangun oleh Yayasan Assyafir Jinnat Anaem rata-rata berukuran 24×18 meter dengan dua lantai untuk kapasitas 2.000 orang. Saat ini, yayasan tersebut sudah membangun sejumlah masjid antara lain di Kabupaten Bandung, Kab. Cianjur, Kota Cimahi, dan Kota Sukabumi.

Dengan silaturahmi antara pihak yayasan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar ini, Kang Uu pun berharap kerja sama Pentahelix dengan skema Perjanjian Bangun Guna Serah (Build Operate Transfer/BOT) bisa terwujud.

“Saya mengucapkan terima kasih, pembangunan masjid mau bekerja sama dengan kami. Karena ada juga komunitas yang membangun masjid tidak berkoordinasi dengan pemerintah. Karena harapan kami, apalagi dana dari luar negeri, harus diketahui (pemda),” kata Kang Uu.