Beranda Utama Waktunya Lawan Korona, di Depok Positif Tembus 20.226  Orang

Waktunya Lawan Korona, di Depok Positif Tembus 20.226  Orang

0
Waktunya Lawan Korona, di Depok Positif Tembus 20.226  Orang
INSPEKSI : Walikota Depok, Mohammad Idris mengecek kesiapan dan simulasi vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), Selasa (12/01). FOTO : ISTIMEWA
ruang vaksin di rumah sakit depok
INSPEKSI : Walikota Depok, Mohammad Idris mengecek kesiapan dan simulasi vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI), Selasa (12/01). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Harapan baru dalam menghadapi Virus Korona (Covid-19) Kota Depok. Selasa (12/1), 27.000 dosis vaksin tiba di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok. Vaksinasi dikhususkan 11.140 tenaga kesehatan (Nakes), setelah 10 pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Depok disuntik, Kamis (14/1). Hanya saja datangnya vaksin malah menjadi momok ketakutan bagi sebagian warga.

Warga Sukatani, Jerin Panji Maulana mengaku, tidak mau  divaksin. Sebab, dia mereasa belum tahu manfaat dari vaksin ini. WHO menyebut, tidak ada jaminan bebas Covid-19 setelah divaksin. Begitu juga kata ahli kesehatan yang mengatakan Covid-19 itu bisa bermutasi, yang berakibat pengaruh vaksin itu tidak ada.

“Lantas buat apa saya divaksin, kan gak ada gunanya,” tuturnya kepada Radar Depok, Selasa (12/01).

Selain alasan itu, ucap Jerin, dia juga belum tahu betul apa zat yang terkandung dalam vaksin Sinovac ini. Terutama dalam hal manfaat dan efek sampingnya yang membuat dia semakin ragu. Kalau cari dari sumber data di internet, ternyata beberapa campuran vaksin bisa berbahaya untuk tubuh. Seperti mercury dan alumunium.

“Saya juga tidak memiliki keluhan apa–apa, ngapain saya harus divaksin, kalau masalah imun ya lebih baik vitamin atau suplemen saja,” jelasnya.

Warga Kecamatan Pancoranmas, Syaifulloh mengaku, tidak siap untuk diberikan suntik vaksin. Alasannya karena, dia memiliki komorbid. “Saya belum siap, karena saya punya penyakit diabetes. Takut efeknya gimana-gimana nanti,” singkatnya.

Saat datangnya vaksin, Walikota Depok, Mohammad Idris melakukan inspeksi kesiapan, dan simulasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RS UI).

Mohammad Idris mengatakan, inspeksi dilakukan mengkonfirmasi kesiapan pos-pos yang akan melakukan vaksinasi Covid-19.

“Hari ini kami datang ke RS UI melakukan inspeksi kesiapan. Serta simulasi pelaksanaan Covid-19,” tuturnya kepada Radar Depok, Selasa (12/01).

Lanjutnya, jelas Idris, dalam pelaksanaan vaksinasi, calon penerima vaksinasi sebelumnya akan menjalani beberapa tahapan pemeriksaan.

”Nanti akan dilakukan pengecekan suhu badan, lalu menjalani skrining dengan 16 pertanyaan,” lanjutnya.