Senin, Maret 8, 2021
Beranda Utama Walikota Depok Sidak Pasar dan Bank, Sanksinya Masih Berupa Teguran

Walikota Depok Sidak Pasar dan Bank, Sanksinya Masih Berupa Teguran

0
Walikota Depok Sidak Pasar dan Bank, Sanksinya Masih Berupa Teguran
SIDAK : Walikota Depok, Mohammad Idris saat melakukan pengecekkan ketertiban PPKM di Pasar Agung, Senin (18/01). FOTO : ISTIMEWA
sidak walikota depok PPKM
SIDAK : Walikota Depok, Mohammad Idris saat melakukan pengecekkan ketertiban PPKM di Pasar Agung, Senin (18/01). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menggelar inspeksi mendadak (sidak) penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ke sejumlah tempat, pada Senin (18/01).

Walikota Depok, Mohammad Idris menuturkan, sidak dilakukan ke tempat-tempat yang rawan kerumunan, dan mengecek penerapan PPKM.

Ia mengingatkan, jika ditemukan masyarakat yang berkerumun akan diberikan sanksi berupa teguran. Bahkan bakal dilakukan rapid test antigen kepada para pelanggar. Namun, dalam sidak ketiga tempat, yaitu Pasar Agung, Pasar Sukatani, dan Bank BNI di Jalan Raya Margonda tidak ditemukan pelanggaran berarti.

Hanya saja, terlihat ada pedagang yang masih menggunakan masker tidak sesuai ketentuan. Mereka mendapat teguran dan edukasi agar menggunakan masker secara benar. Selain sidak, pihaknya juga memberikan masker dan sabun cuci tangan kepada pedagang pasar.

“Kami berharap ketertiban masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan bisa dipertahankan. Tertibnya jangan saat ada sidak saja, tapi bisa seterusnya,” harap Idris

Tidak ditemukannya pelanggaran, Idris menilai itu artinya kesadaran masyarakat sudah tinggi.

Idris juga meminta masyarakat untuk memanfaatkan aplikasi belanja online yang sudah dimiliki sejumlah pasar tradisional. Aplikasi ini disediakan untuk memudahkan proses transaksi jual beli di masa pandemi covid-19.

“Masih banyak warga yang belum akrab menggunaan aplikasi online untuk pelayanan pasar. Padahal ini sudah kami sediakan,” ujar Idris.

Dikatakannya, saat ini terdapat lima pasar tradisional yang telah menerapkan belanja online. Yaitu Pasar Cisalak, Pasar Sukatani, Pasar Tugu, Pasar Agung, dan Pasar Kemiri.

“Sosialisasi akan terus dimaksimalkan agar masyarakat mau belanja secara daring,” ungkapnya.

Idris pun berharap, program tersebut dapat efektif meningkatkan pendapatan pedagang, serta memudahkan masyarakat dalam berbelanja. Terutama di masa pandemi Covid-19.