Beranda Utama Waspada, 3.680 Anak di Depok Sudah Positif Korona

Waspada, 3.680 Anak di Depok Sudah Positif Korona

0
Waspada, 3.680 Anak di Depok Sudah Positif Korona
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana
juru bicara satgas korona
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Virus Korona (Covid-19) di Kota Depok tidak lagi ramah buat anak-anak. Tercatat di Satgas Penanganan Covid-19 Depok, ada 15 persen atau sekitar 3.680 anak-anak sudah terpapar virus mematikan tersebut. Jadi, sudah saatnya orang tua, keluarga dan warga saling menjaga agar penularan virus bisa terjaga.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana menyebut, diketahui dari persentase yang terpapar Covid-19, untuk kategori usia anak-anak itu lebih kurang 15 persen dari total kasus. KPAI telah menanyakan terkait dengan langkah-langkah yang diambil Satgas Covid-19 Kota Depok.

“Untuk bantuan dari KPAI sampai saat ini belum, iya baru menanyakan informasi saja. Tapi mudah-mudahan saja karena kita juga sudah melakukan langkah-langkah termasuk juga DPAPMK (Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga),” katanya.

Dia menyebut, Pemerintah Kota Depok juga sudah menurunkan tim psikolog untuk menjaga psikis anak-anak panti yang terpapar virus berbahaya tersebut. “Demikian pula pada saat kejadian klaster-klaster di pesantren yang menimpa anak-anak pesantren,” katanya.

Dadang mengungkapkan, rata-rata anak yang terpapar Covid-19 di Kota Depok berusia di bawah 17 tahun. Menurutnya, pendampingan psikologi penting untuk membangkitkan motivasi, dan memacu gairah anak agar selalu berpikir positif, sehingga imunitas tubuhnya juga meningkat. “Jadi lebih kepada pendampingan psikolog untuk meningkatkan imun melalui kondisi kejiwaan ataupun kondisi psikis,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan sampai saat ini belum ada laporan yang mengalami gangguan psikis. “Kalau waswas itu mungkin wajar karena setiap orang ketika terkena musibah itu terjadi seperti itu, jadi inilah makanya fungsi kita bagaimana pemerintah hadir dalam menyediakan layanan itu,” katanya.

Dia menambahkan, pendampingan psikologi ini tidak hanya untuk mencegah adanya gangguan psikis akibat Covid-19. “Jadi tidak hanya healing terhadap kasus Covid-19 tapi juga dilakukan pendampingan kepada anak-anak yang sulit belajar daring saat ini, kan menimbulkan tingkat stres juga,” ucapnya.

Sementara, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, T. Farida Rachmayanti menerangkan, klaster keluarga menjadi bagian dari klaster yang signifikan mempengaruhi tingginya angka terpapar covid-19. Padahal, keluarga seharusnya sebagai institusi srategis bagi hadirnya masyarakat yang berkualitas, dari sisi kesehatan sesuai dengan Perda Sistem Kesehatan Daerah No17 Tahun 2017.

“Salah satunya pendekatan keluarga harus ditingkatkan. Terutama pelayanan kesehatan yang komprehensif, meliputi pelayanan promotif dan preventif serta pelayanan kuratif dan rehabilitatif dasar,” terangnya kepada Radar Depok, Minggu (24/1).

Menurutnya, masyarakat khususnya orang dewasa sudah sepatutnya menjadi cerminan dalam membangun kedisiplinan anak, terhadap protokol kesehatan. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M).

“Sepatutnya menjadi contoh yang bijak bagi anak. Misalnya bagaimana setiap keluarga berdisiplin untuk menerapkan 5 M,” jelasnya.

Adapun, lanjut Farida, anak sebagai amanah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa perlu dipenuhi haknya. Antara lain hak hidup, hak tumbuh kembang, serta hak-hak perlindungan. Semua pihak terlibat dalam pemenuhan hak tersebut, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, keluarga dan orang tua.

“Karena mereka ini generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Pemerintah dalam hal ini sudah melakukan pembinaan dan pendampingan kepada keluarga untuk menguatkan fungsinya dalam menghadapi pandemi Covdi-19. Semoga dapat ditingkatkan lagi,” bebernya.

Farida menilai kebijakan pemerintah dalam menunda pembelajaran secara offline di sekolah, adalah tindakan yang sangat tepat. Hal ini disebabkan guna melindungi anak dari paparan virus Korona di lingkungan sekolah. Dia berharap angka penyebaran penularan Covid-19 secara umum semakin menurun, hingga menyebabkan transisi kondisi zona hingga menyentuh zona hijau. Apabila masyarakat dan semua pihak disiplin dalam penerapan 5M, maka akan dapat menekan angka terpapar virus Korona.

“Insha Allah jika orang dewasa menyadari ini, maka anak-anak di Kota Depok akan terlindungi, mereka akan menperoleh haknya untuk dapat hidup sewajarnyadan bahagia,” harapnya.

Perlu diketahui, penyebaran Covid-19 di Depok sampai kini masih cukup tinggi. Bahkan, salah satu kota penyangga Jakarta itu belum juga terbebas dari zona merah.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Depok, angka kasus terkonfirmasi positif di kota itu sampai dengan hari ini telah mencapai 24.536 orang, pasien aktif 4.786 orang, sembuh 19.213 orang, dan meninggal dunia mencapai 537 orang.(rd/daf)

 

Jurnalis : Daffa Syaifulloh

Editor : Fahmi Akbar