demi masa depan aids
PEDULI SESAMA : Pemerhati HIV/AIDS Kuldesak bersama grup band Kota Depok Superock saat konfrensi pers terkait penggalangan dana bagi penderita HIV/AIDS, dengan menciptakan sebuah lagu berjudul ‘Ya Cinta’. FOTO : KULDESAK FOR RADAR DEPOK
demi masa depan aids
PEDULI SESAMA : Pemerhati HIV/AIDS Kuldesak bersama grup band Kota Depok Superock saat konfrensi pers terkait penggalangan dana bagi penderita HIV/AIDS, dengan menciptakan sebuah lagu berjudul ‘Ya Cinta’. FOTO : KULDESAK FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penyintas HIV/AIDS di Kota Depok mendapatkan sebuah lagu dengan judul ‘Ya Cinta’. Pemerhati HIV/AIDS, Kuldesak sengaja berkolaborasi dengan Superock, guna menggalang dana. Tentu, tujuannya untuk kehidupan anak dengan HIV/AIDS.

Ketua Umum Kuldesak Kota Depok, Samsu Budiman menerangkan, tahun 2020 penderita HIV/AIDS di Kota Depok sebanyak 33 anak, dan mengalami penurunan dari 2015 yang sebanyak 70 anak. Rata-rata penderita didominasi dari kalangan anak yatim piyatu, sehingga harus dapat perhatian serius.

“Makanya kita ambil langkah kongkrit untuk bantu mereka dengan membuatkan lagu, nanti hasilnya akan disumbangkan ke mereka yang menderita HIV/AIDS,” ungkap Mas Bud, sapaan akrabnya.

Nantinya, dibeberkan Mas Bud, lagu akan di promosikan ke media sosial serta youtube agar mendapat subscribe dari masyarakat agar mendapatkan hasil, yang nantinya akan disumbangkan ke penderita HIV/AIDS.

“Kami sudah bergerak dari 2013 khusus untuk anak-anak penyintas HIV/AIDS, dan Alhamdulilah sudah melakukan pendampingan kepada anak-anak, baik di Depok maupun di luar Depok,” katanya.

Kuldesak sendiri menyayangkan belum ada keseriusan dari Pemerintah Kota Depok dalam memberi perhatian kepada penyintas. Hal tersebut, dinilai dari tidak ada Rumah Sakit yang memberiukan ruang untuk melakukan pelayanan bagi para penderita.

“Depok belum ada layanan untuk anak-anak penderita, kita selalu lakukan advokasi ke RSUD, Puskesmas, dan Rumah Sakit swasta lainnya,” tambah mas Bud.

Ditegaskannya, para penyintas sangat membutuhkan pendampingan dengan memberikan pengobatan Anti Retro Virus (ARV) untuk menekan jumlah virus yang terdapat dalam tubuh penderita.

Memang di saat pandemi sekarang, Kuldesak melakukan penggalangan dana dengan cara berbeda, yaitu dengan menciptakan lagu agar tidak mengumpulkan kerumunan orang. Hal tersebut, mengingat selama pandemi harus dengan mengedepankan protokol kesehatan. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya