Beranda Metropolis 15 Pemilik Lahan Belum Terima UGK, Perluasan Keluar Masuk  Tol Desari Tersendat

15 Pemilik Lahan Belum Terima UGK, Perluasan Keluar Masuk  Tol Desari Tersendat

0
15 Pemilik Lahan Belum Terima UGK, Perluasan Keluar Masuk  Tol Desari Tersendat
BELUM DIGUSUR : Perluasan keluar masuk pintu Tol Desari Andara masih belum bisa disempurnakan karena ada belasan pemilik lahan yang terima digusur, Rabu (17/2). FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Keluar masuk pintul Tol Depok-Antasari (Desari) Andara masih terhabat. Keladinya, masih ada 15 pemilik lahan yang terkena imbas di Kelurahan Pangkalanjati Baru (PJB), Cinere Kota Depok belum bersedia menerima Uang Ganti Kerugian (UGK). Belum diketahui penyebab kenapa pembebasan tersebut belum dilakukan.

Ketua LPM Kelurahan Pangkalnjati Baru, Saidi menyebut, tidak mengetahui secara pasti mengapa 15 pemilik lahan terkena jalur menuju pintu tol, belum juga bersedia menerima uang kompensasi. Padahal, lanjut dia, sebelumnya pemilik tanah telah mengizinkan untuk dilakukan pengukuran tanah yang terkena pelebaran jalan menuju pintu tol.

“Sampai sekarang saya belum tahu apa masalahnya, tapi yang saya dengar ada sekitar 15 pemilik lahan yang belum mau mengambil uang ganti untung yang disediakan pemerintah,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, Rabu (17/2).

Sementara, Lurah Pangkalanjati Baru, Sugianto menambahkan, semula dia menduga permasalahan ini muncul, lantaran nilai kompensasi tidak sesuai harapan para pemilik lahan. Namun, setelah ditelusuri ternyata bukan itu masalahnya. “Saya enggak paham, kalau masalah besaran uang kompensasi saya rasa sudah sangat besar, dan pada saat pengukuran tidak ada masalah, setelah jalan akan dibangun kok 15  pemilik lahan tidak mau menerima uang ganti kerugian (UGK),” ungkapnya.

Menurutnya, pembangunan akses jalan menunu pintu tol Andara merupakan proyek negara yang dilaksanakan pemerintah. Jadi, dia tidak ada pihak yang bisa menghalangi apalagi proses pembebasan telah sesuai aturan.

“Sebenarnya tidak ada masalah bagi pemerintah karena uang ganti kerugian yang belum diserahkan ke pemilik lahan, menurut aturan akan dititipkan di Pengadilan sedangkan proses pelaksanaan pekerjaan tetap berjalan, mudah mudahan segera ada titik temu dan para pemilik lahan segera mengambil uang kompensasi tersebut,” tandasnya.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar