Kadinkes Kota Depok Novarita
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Novarita. FOTO: IST

RADARDEPOK.COM – Tak lama lagi, Kementrian Kesehatan (Kemenkes) mendistribusikan Covid-19 tahap II. Sasarannya petugas pelayanan publik dan lansia. Berdasarkan data, di Kota Depok terdapat 243.489 jiwa lansia. Jumlah tersebut belum diketahui secara pasti berapa lansia yang akan menerima vaksin.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengaku, sudah mempersiapkan seluruh fasilitas yang dibutuhkan sekaligus memproses data kelompok lansia di Kota Depok. “Saat ini kami sudah menyiapkan sarana prasarana kesehatan penunjang layanan vaksinasi sambil terus melakukan pendataan bagi kelompok lansia,” kata Novarita, Minggu (21/2).

Meski begitu, Novarita belum bisa memerinci secara pasti berapa jumlah warga lansia di atas 60 tahun yang ada di Kota Depok, mengingat data tersebut sementara masih dalam proses. “Untuk angka pastinya kami belum tahu, sebab datanya sementara masih dalam proses,” jelasnya.

Saat ini kepastian jadwal pelaksanaan vaksinasi masih dalam tahap pembahasan di Kemenkes. Dari informasi yang di dapat, terkait jadwal pelaksanaan rencananya digelar pada minggu keempat bulan ini (Februari). “Kepastiannya kapan kami masih menunggu,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok, Nuraeni Widayatti mengatakan, berdasarkan data pada semester dua 2020. Jumlah lansia di atas 55 tahun hingga 74 tahun serta di atas 75 tahun atau sebanyak 13 persen dari total seluruh penduduk di Kota Depok.

“Total penduduk di Kota Depok mencapai 1.872.996, apabila 13 persennya berarti lansia di Kota Depok mencapai 243.489 jiwa,” ujar Nuraeni, kepada Harian Radar Depok.

Disdukcapil Kota Depok tidak mengetahui dari 243.489 jiwa itu, berapa jumlah lansia yang akan terima vaksin. Kewenangan pemberian vaksin berada di Dinas Kesehatan Kota Depok atau Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok. “Kalau jumlah lansia yang akan divaksin saya tidak mengetahui, namun kalau total lansia di Kota Depok kami memiliki berdasarkan data kependudukan,” terang Nuraeni.

Nuraeni mengungkapkan, pendataan lansia di tingkat RT dan RW yang akan divaksin, Disdukcapil belum dilibatkan. Pendataan lansia yang didaftarkan untuk penerimaan vaksin kebijakannya berada di Dinas Kesehatan dan Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Kota Depok. “Kalau nanti Disdukcapil akan dilibatkan atau tidak, saya kurang tahu karena bukan kewenangan kami,” jelas Nuraeni.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah mempersiapkan program vaksinasi tahap kedua bagi kelompok lansia di atas usia 60 tahun. Program vaksinasi lansia kali ini rencananya akan dilaksanakan di 34 ibu kota provinsi.

Dilansir dari akun resmi (instagram) milik Kemenkes, @kemenkes_ri, Sabtu (20/2), bahwa terdapat dua metode dalam pelaksanaan atau pelayanan vaksinasi yang disiapkan pemerintah. Pertama, pelayanan berbasis fasilitas kesehatan (faskes) baik milik pemerintah maupun milik swasta. Sedangkan, untuk metode yang kedua, pelayanan vaksinasi diselenggarakan secara massal.

Khusus untuk opsi kedua, pemerintah membolehkan partisipasi organisasi ataupun instansi yang telah bekerja sama dengan Kemenkes, Dinas Kesehetan (Dinkes) di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Perlu diketahui, saat ini per Minggu (21/2) penularan Virus Korona (Covid-19) masih terus terjadi. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, total terkonfirmasi positif sudah menacapai 33.851 jiwa, pasien sembuh sudah 29.160 jiwa, warga Depok yangh meninggal kini sudah 691 jiwa. Warga aktif 4.000 jiwa.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa

Editor : Fahmi Akbar