vaksin tahap dua
TERIMA : Pemerintah Kota Depok menerima Vaksin Covid-19 tahap kedua di Instalasi Gedung Farmasi, Rabu (24/2). IST

RADARDEPOK.COM – Setelah beberapa minggu kemarin Kota Depok bercokol masuk dalam zona oranye. Kini, pada minggu terakhir di Februari Kota Depok kembali lagi berada di zona merah Covid-19. Kota Depok bersama Kabupaten Kuningan, Kota Tasikmalaya, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi masuk dalam resiko tinggi. Kendati demikian Depok juga sudah menargetkan 30.060 vaksin buat tahap kedua.

Plh Walikota Depok, Sri Utomo mengatakan, masyarakat harus lebih ekstra dalam menjaga diri. Terutama di cuaca ekstrim seperti ini. Terlebih Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan pada 23 dan 24 Februari harus hati-hati terhadap cuaca ekstrem.

“Kota Depok pada minggu ini kembali berstatus zona merah. Seperti yang kita ketahui bersama. Sekarang cuacanya sedang ekstrem, bahkan kita dengar dimana-mana sedang banjir. Tak terkecuali Depok, ada banjir dan longsor disebagian titiknya,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, (24/2).

Sri menegaskan, masyarakat Kota Depok harus sama-sama bisa menjaga kesehatan, jangan sampai lengah, dan waspada. Walaupun banyak persoalan yang datang, namun kebersamaan tetap diutamakan. “Mari ditangani bersama-sama dan utamakanlah kebersamaan,” sambungnya.

Serta tidak lupa, Sri menegaskan, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti 5M, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas sosial. “Mari sama-sama gotong royong saling membantu dalam menangani segala bencana yang ada. Baik itu longsor, air tergenang, banjir, maupun Covid-19,” bebernya.

Pada tahap kedua ini, Dinas Kesehatan Kota Depok bersama Gugus Tugas menyediakan 30.060 vaksin. “Jumlah keseluruhan buat tahap dua, sekarang itu ada 30.060 vaksin,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Novarita, saat dikonfirmasi Radar Depok, Rabu (24/2).

Dia juga menjelaskan, yang akan menjadi sasaran, yaitu, lansia, pendidikan, pdegang pasar, tokoh agama, wakil rakyat, pejabat negara, keamanan, ASN, pelayanan kelurahan, kecamatan, transportasi publik, atlet, dan wartawan. “Saya juga sudah minta teman wartawan buat kumpulin data diri, termasuk Radar Depok,” jelasnya.

Sementara, Satgas Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok menyampaikan perkembangan kasus Covid-19, Rabu (24/2). Pasien positif bertambah 332 orang dan pasien sembuh bertambah 227 orang.

Jadi, total pasien positif Covid-19 yakni 34.680 orang. Sedangkan pasien sembuh Covid-19 menjadi 30.123 orang atau 86, 86 persen dari total kasus konfirmasi aktif.

Sedangkan, kasus konfirmasi aktif sebanyak 3.844 orang. Kemudian, suspek aktif sebanyak 602 orang dan kontak erat aktif sebanyak 1.743 orang.

Pada data tersebut terdapat penambahan tujuh pasien yang meninggal. Dengan demikian jumlah pasien meninggal sebanyak  713 orang atau 2, 06 persen. Terdapat juga pasien probabel aktif sebanyak 44 orang atau 18, 33 persen yang merupakan kasus suspek dengan ISPA berat, gagal napas atau meninggal dunia dengan gambaran klinis yang meyakinkan Covid-19 dan belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.

Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, dalam upaya menekan seluruh kasus Covid-19, Pemkot Depok terus mengingatkan masyarakat untuk memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir serta menjaga jarak aman di luar rumah. “Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan menjaga pola makan, berolahraga dan istirahat yang cukup,” pungkasnya.(rd/dis/arn)

Jurnalis : Putri Disa, Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar