Beranda Utama 30 Hari Raffi Ahmad Mediasi Perkara Prokes

30 Hari Raffi Ahmad Mediasi Perkara Prokes

0
30 Hari Raffi Ahmad Mediasi Perkara Prokes
ARNET/RADARDEPOK TUNJUKAN BERKAS : Kedua Kuasa Hukum dari tergugat maupun penggugat saat menyerahkan berkas kepada Ketua Majelis Hakim atas perkara Raffi Ahmad yang melanggar protokol kesehatan, di Pengadilan Negeri Kota Depok.
sidang raffi
TUNJUKAN BERKAS : Kedua Kuasa Hukum dari tergugat maupun penggugat saat menyerahkan berkas kepada Ketua Majelis Hakim atas perkara Raffi Ahmad yang melanggar protokol kesehatan, di Pengadilan Negeri Kota Depok. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Artis kondang Raffi Ahmad menjalani sidang di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (3/2). Suami Nagita Slavina ini digugat Kuasa Hukum Publik David Tobing akibat tidak mengindahkan protokol kesehatan. Raffi yang diwakilkan kuasa hukum kembali tidak bisa hadir di Pengadilan Negeri (PN) Depok. Kedua kuasa hukum dua pihak diminta menunjukkan berkas yang sah dan resmi sebelum jalannya sidang.

Usai menerima berkas dari kedua kuasa hukum, Ketua Majelis Hakim, Eko Julianto mengatakan, perkara akan dilanjutkan ke dalam tahapan mediasi, dengan waktu 30 hari kerja dari hari ini. “Waktu mediasi yaitu 30 hari kerja. Kalau dirasa waktu tersebut kurang atau tidak cukup, bisa diperpanjang lagi sesuai kesepakatan bersama,” terang Eko saat persidangan berlangsung.

Namun, ditegaskannya, bahwa mediasi harus berlangsung dalam ruang mediasi Pengadilan Negeri Kota Depok, sesuai dengan peraturan serta aturan yang berlaku. Pada sidang sebelumnya terjadi penundaan dikarenakan Kuasa Hukum Raffi Ahmad yang diwakili Jonathan Tampubolon dari Kantor Hukum Juan Felix and Partner, tidak membawa berkas berupa surat kuasa yang resmi.

Diketahui, selaku penggugat David Tobing menggugat Raffi dengan sejumlah petitum, seperti tidak keluar rumah selama 30 hari. Lalu, menyampaikan permohonan maaf di tujuh media TV swasta nasional serta tujuh surat kabar nasional, diantaranya Kompas, Tempo dan Media Indonesia.(rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar