fakta saat orang tertidur
ILUSTRASI

RADARDEPOK.COM – Tidur adalah bagian penting dari rutinitas harian setiap manusia. Kualitas tidur dengan menjaga kebutuhan waktu tidur yang tepat sama pentingnya untuk kelangsungan hidup seperti makanan dan air.

Tanpa kualitas tidur yang baik, tidak dapat membentuk atau mempertahankan jalur di otak yang memungkinkan untuk belajar dan menciptakan kenangan baru, dan lebih sulit untuk berkonsentrasi serta merespons dengan cepat.

Selain itu, tidur menjadi cara agar tubuh memulihkan tenaga setelah berkegiatan seharian. Setelah cukup tidur, tubuh akan terbangun dengan sendirinya dalam keadaan segar dan anak pun siap untuk kembali beraktivitas.

Namun tanpa disadari, ada beberapa hal menarik yang terjadi saat tidur.

1. Manusia mengalami penurunan berat badan saat tertidur

Ketika tidur kelembapan atau berat air dari dalam tubuh ditarik dari udara dan tubuh. Berat air yang hilang memang sangat kecil, yaitu hanya sekitar 0,02 gram per napas. Namun, jika diakumulasi, kurang lebih sekitar 0,5 kilogram berat badan yang hilang pada saat tidur.

Manusia oksigen yang terdiri dari dua atom, dan mengembuskan karbon dioksida yang terdapat tiga atom. Artinya, ada perbedaan satu atom yang keluar, dan jumlah massa yang sangat kecil ini hilang tiap bernapas.

2. Suhu tubuh, tekanan darah, dan detak jantung yang menurun

Sepanjang hari manusia pergi ke banyak tempat, bertemu dan berinteraksi dengan orang lain, dan menciptakan memori baru. Saat tidur, otak manusia dapat memutar ulang peristiwa pada hari itu, mengelompokkan, dan menyimpannya di pusat memori jangka panjang.

Kemudian pada saat yang bersamaan, otak membuang ingatan yang tak perlu. Hal ini disebut sebagai konsolidasi memori, yang terjadi selama periode tidur terdalam atau deep sleep dan tidur gelombang lambat atau slow-wave sleep.

Otak perlu mengelompokkan memori karena penting penting untuk mempelajari dan mempertahankan informasi, dan kemudian mengembangkan keterampilan seperti memecahkan masalah di kemudian hari.

4. Otak mengonsumsi energi lebih tinggi ketika manusia tertidur

Saat keadaan bangun, 80 persen energi manusia digunakan untuk berbagai aktivitas, seperti bernapas, bergerak, dan berbicara. Namun pada saat tidur, kelebihan energi ini dialihkan ke otak. Dilansir dari List Verse, otak mengonsumsi energi lebih tinggi pada saat tidur dibandingkan saat bangun.

Energi ini dimanfaatkan untuk berbagai hal, seperti memperkuat konseksi saraf tubuh atau membuang racun atau produk limbah dari tubuh. Selain itu, pada saat tidur otak digunakan untuk sinapsis atau jalur komunikasi antara neuron dengan neuron atau sel lain.

Hal inilah yang membuat otak manusia tidak pernah berhenti bekerja!

5. Otak melakukan proses pembersihan racun dan limbah pada saat tidur

Seperti informasi di atas, otak juga membuang kotoran yang tidak terpakai oleh tubuh. Pada saat terjaga, racun dan produk limbah lainnya menumpuk di sel otak dan tubuh.

Namun saat tidur, katup terbuka dan membuat cairan serebrospinal mengalir dari tulang belakang menuju ke otak, lalu membilas segala jaringan dan racun. Proses ini disebut dengan respirasi seluler, yaitu serangkaian proses reaksi yang membantu sel dalam menciptakan energi dan nutrisi, serta menjaga tubuh tetap bekerja.

Racun yang dikeluarkan pada saat tidur adalah sisa-sisa dari proses ini.

6. Tubuh manusia sempat “meninggi” selama waktu tidur

Selama beraktivitas, tulang belakang mendapat tekanan akibat gravitasi. Hal ini menyebabkan cairan mengalir keluar dari cakram tulang belakang, dan membuat tinggi manusia bisa “menyusut” hingga 1 cm.

Namun ketika punggung terbebas dari tekanan karena berbaring tidur di malam hari, cairan kembali ke sambungan sendi, dan membuat tubuh meregang sepanjang 1 cm atau bahkan lebih. Maka dari itu, tidur yang cukup penting selama masa pertumbuhan anak.

Hal ini karena hormon pertumbuhan yang dapat menambah tinggi badan anak umumnya dilepaskan saat anak tidur.

 7. Mengalami sensasi “terjatuh” saat tidur

Jika anak pernah merasakan sensasi terjatuh saat tidur, ini dikenal sebagai hypnic jerk, yang merupakan kontraksi otot yang tidak sengaja saat tidur. Dilansir dari Medical News Today, kondisi ini terjadi pada kondisi transisi dari kondisi terjaga atau wakeful state ke kondisi tidur atau sleeping state.

Hypnic jerk ini sebagai gerakan otot tak sadar yang disebut mioklonus. Hypnic jerk ini muncul berbeda-beda, ada yang merasakan kedutan, ada juga yang cukup kuat hingga bisa membangunkan seseorang dari tidurnya. Walaupun mengejutkan, kondisi ini sangat umum, sekitar 70 persen orang pernah mengalaminya setidaknya sekali dalam hidupnya. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya