Sabtu, Maret 6, 2021
Beranda Metropolis Alfian Nurcahyo Coach Futsal Muda Asal Depok (1) : Cita-cita Jadi Atlet Malah Melatih Atlet

Alfian Nurcahyo Coach Futsal Muda Asal Depok (1) : Cita-cita Jadi Atlet Malah Melatih Atlet

0
Alfian Nurcahyo Coach Futsal Muda Asal Depok (1) : Cita-cita Jadi Atlet Malah Melatih Atlet
COACH : Alfian Nurcahyo saat melatih futsal putri, beebrapa waktu lalu. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Menjadi seorang pelatih atau yang biasa disebut coach ternyata memiliki segudang keseruan tersendiri bagi seorang pria. Bahkan, yang tadinya hobi ternyata bisa menghasilkan uang.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Siang hari yang terik di sebuah cofe shop di daerah Depok, Alfian Nurcahyo mengenakan kaos santai dengan celana jeansnya, ditambah sneakers. Waktu yang memang sebelumnya sudah janjian, dia langsung menghampiri. Tak banyak basa-basi, Cahyo –sapaanya- langsung menjabarkan kehidupannya kenapa bisa menjadi pelatih futsal.

Pada 2013, selesai menempuh pendidikan SMA, layaknya seorang pria baru lulus. Dia segera mencari kampus yang tepat, untuk melanjutkan pendidikannya. Dia masuk ke Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan program studi pelatihan.

Dengan berbangga hati, Cahyo resmi menjadi mahasiswa pendidikan olahraga. Saat itu, mimpinya masuk kampus dengan jurusan pendidikan olahraga agar bisa menjadi pemain di salah satu liga profesional di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Cahyo menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswa selayaknya. Namun, ternyata mimpinya sebagai seorang pemain atau atlet dalam sepakbola atau futsal harus gugur. Karena kuliahnya yang terfokus menjadi seorang coach.

Hingga tiba saatnya pada 2016, Cahyo lulus di tahun kelima. Berbekal keahlian yang dimilikinya dan ilmu yang di dapat dari kuliah, dia menjadi coach di Universitas Negeri Jakarta. Dan pada 2016, mulai berkecimpung di pelatihan bersama teman-teman.

Dengan mengikuti lisensi pelatih nasional, di National Coaching Futsal. Hal tersebut menjadi awalan untuk pelatih dan lisensinya sudah diakui oleh PSSI. “Dan pada 2016 sudah benar-benar membekukan diri menjadi atlet, lanjut di dunia coaching,” ungkapnya.

Bahkan beberapa kali, Cahyo sempat memegang beberapa tim SMA. Hal tersebut merupakan pertama kalinya melatih secara profesional dan dibayar, setelah beberapa kali melatih. Dia menyebut, SMA 97, SMA 28 pernah dilatihnya dengan memenangkan beberapa champion yang memiliki taraf internasional.

Setelah lulus dari lisensi nasional, Cahyo mengikuti lisensi tahap asia, yaitu AFC (Asean Football Confederation) level 1. AFC sendiri sudah terafiliasi oleh Asia. Jalan mengikuti lisensi tersebut tentunya tidaklah selalu mulus. Banyak tantangan dan cobaan yang datang. “Waktu itu lisensinya digelar di Banten, jadi saya kesana,” ucap Cahyo.

Dengan semua lisensi yang dimiikinya, Cahyo mulai menerima dirinya sebagai pelatih dan bukan lagi sebagai atlet. Cita-citanya yang semula menjadi atlet, kini sudah tidak bisa dikejar lagi. Pasalnya Cahyo juga sudah nyaman menjadi coach yang menghasilkan atlet-atlet hebat. (bersambung)

Editor : Fahmi Akbar