Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Metropolis Alfian Nurcahyo Coach Futsal Muda Asal Depok (2) : Sempat Kena Surat Peringatan, Sekarang Guru Olahraga

Alfian Nurcahyo Coach Futsal Muda Asal Depok (2) : Sempat Kena Surat Peringatan, Sekarang Guru Olahraga

0
Alfian Nurcahyo Coach Futsal Muda Asal Depok (2) : Sempat Kena Surat Peringatan, Sekarang Guru Olahraga
SENANG : Coach futsal muda asal Depok, Alfian Nurcahyo bersama dengan anak didik futsalnya. ISTIMEWA

RADARDEPOK.COM – Menjadi seorang pengajar tentunya butuh hati yang kuat. Karena tak semua murid berkelakuan baik. Mengajar di usia muda adalah kebanggaan sendiri bagi seorang pria kelulusan UNJ.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

Masih di tempat yang sama, di sebuah ruangan semi indoor coffee shop kawasan utama Depok, obrolan semakin seru bersama sang coach muda. Alfian Nurcahyo yang biasa dipanggil Cahyo kembali bertutur tentang dirinya.

Pada 2016, saat masih menempuh pendidikan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), tepatnya saat sidang semester akhir. Alfian Nur Cahyo mendapat tawaran untuk mengajar murid SMA di SMA/SMK Bintara dan SMA/SMK Cakra Buana.

Di usia 22 tahun, bahkan sebelum sah menjadi sarjana, dia sudah dipercaya mengajar SMA, menjadi kebanggaan tersendiri tentunya. Namun, perjalanannya menjadi seorang guru tidaklah selalu mulus.

“Menjadi guru sebenarnya juga salah satu cita-cita saya di akhir ini, apalagi menjadi PNS,” ucapnya sambil tertawa.

Namun, perjalanannya menjadi guru mesti terputus sementara karena Cahyo harus memilih salah satu antara mengajar SMA, atau mengajar tim futsal Pekan Olahraga Daerah (Porda). Saat itu, Porda yang tuan rumahnya di Bogor mengharuskan dia untuk izin selama dua minggu tak mengajar.

Akhirnya dia mendapat surat peringatan (SP) dan harus memilih salah satu diantara keduanya. Karena jiwa idealisnya menjadi seorang coach, akhirnya Cahyo melepaskan diri untuk menjadi seorang guru SMA dan lebih memilih melatih tim futsal putri Depok untuk Porda.

“Dulu masih idealis kali ya, tapi kalau dibilang menyesal atau nggak. Saya tidak menyesal sama sekali,” sambungnya.

Lama Cahyo mengajar di SMA hanya bertahan satu tahun atau dua semester. Di waktu yang singkat itu, dia mendapat banyak pelajaran. salah satunya tentang kesabaran. Basiknya yang biasa mengajar di club dan berpindah menjadi seorang guru muda, tentunya menjadi cerita tersendiri yang sampai sekarang tidak bisa terlupa.

Banyak anak-anak SMA yang sangat menguji kesabarannya, apalagi anak lelaki SMA yang bisa dibilang sedang mencari jati dirinya. Namun, bagi pelajar wanita, malah sebaliknya. Alias sangat menyenangkan.

Setelah beralih dari guru dan menjadi coach tim putri futsal Depok untuk di Porda, Cahyo kembali mengajar di beberapa club futsal. Kemudian, bersama dengan senior kuliahnya melanjutkan salah satu club yang ada di Depok, yaitu Ziadat Arena Futsal yang terletak di kawasan Kelapadua Depok.

Namun, lagi-lagi perjalanannya tidak mulus. Club tersebut hanya bertahan sampai dengan tahun 2018, dan berujung mati suri. Padahal menurutnya, pada zaman itu tidaklah banyak club futsal yang dibangun pada tahun itu. Bisa dibilang sangat jarang ada club futsal.

Seiring berjalannya waktu, pengalaman yang dimiliki Cahyo semakin banyak. Bahkan dirinya sebagai coach di Universitas Trilogi Jakarta. Dan pada 2019, Cahyo kembali dipercaya untuk menjadi seorang guru muda.

Cahyo mengajar di SMP 131 Jakarta sejak 2019 akhir sampai dengan sekarang. Kesempatan yang didapatnya tentunya tak terlepas dari doa dan restu kedua orangtuanya. Mengajar anak SMP, merupakan pengalaman pertama dan menyenangkan. Apalagi, di masa pandemi Covid-19. “Ngajar sekarang jadi virtual, benar-benar pengalaman baru sih. Dan sangat bersyukur,” pungkasnya.(bersambung)

Editor : Fahmi Akbar