Selasa, Maret 2, 2021
Beranda Metropolis Alfian Nurcahyo, Coach Futsal Muda Asal Depok (3-Habis) : Bapak Guru Muda, Berharap Tim Porda Berjaya

Alfian Nurcahyo, Coach Futsal Muda Asal Depok (3-Habis) : Bapak Guru Muda, Berharap Tim Porda Berjaya

0
Alfian Nurcahyo, Coach Futsal Muda Asal Depok (3-Habis) : Bapak Guru Muda, Berharap Tim Porda Berjaya
BERTUGAS : Alfian Nurcahyo (dua dari kiri) saat bertugas sebagai guru di SMP 131 Jakarta Selatan. DOK PRIBADI

Perjalanan menjadi seorang coach (pelatih) nyatanya tidak selalu mudah. Penuh tantangan. Karena mengajar berbagai individu, yang tentu punya karakteristik berbeda.

Laporan: Putri Disa Kiftiani

RADARDEPOK.COM, Jam di dinding cofee shop sudah menunjukan pukul 4 sore. Tidak terasa obrolan dengan Alfian Nurcahyo atau yang biasa dipanggil Cahyo, semakin seru. Walau sesekali lalu lalang orang memandang ke arah Cahyo duduk, tidak membuatnya berhenti bercerita.

Setelah resmi menjadi guru di salah satu sekolah favorit di ibu kota : SMP 131 Jakarta Selatan, Cahyo kini mendapat sematan baru. Di umur yang masih muda, dia sudah dipanggil bapak guru.

Mengajar SMP yang pada dasarnya adalah anak-anak yang beranjak dewasa, membuat Cahyo harus menahan kesabaran. Tak jarang, dia harus mengelus dada akan kelakuan para muridnya.

Namun, hal tersebut tidak pernah menjadikan Cahyo menyerah akan profesi yang sedang dijalaninya. Karena pada dasarnya olahraga merupakan hasratnya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang datang, dia memilih untuk tetap menjadi coach futsal.

Pada 2021, Cahyo telah memiliki kesibukan selain menjadi guru. Merasa tak lelah akan profesi yang dicintainya, dia mengambil profesi lain yaitu sebagai coach tim futsal putri Depok untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2021.

Masih dengan kesibukannya menjadi guru. Di masa pandemi Covid-19, Cahyo tetap harus bangun pagi untuk menyapa para muridnya. Setelah mandi dan sarapan, sekitar pukul 7 pagi, Cahyo sudah siap dengan seragamnya dan laptop di depan meja kerjanya.

Terkadang, sambil sesekali mengunyah makanan sarapan atau sekedar meminum teh dan kopi, Cahyo menyapa murid-muridnya melalui Zoom Meeting, aplikasi yang sangat penting di masa sekarang ini. Sampai dengan pukul 12 siang, Cahyo baru bisa beraktivitas lagi, tentunya setelah selesai mengajar. Berselang sebentar setelah mengajar, kumandang azan bersenandung. Cahyo langsung bergegas melaksanakan Salat Zuhur.

Waktu Salat Zuhur sampai dengan pukul 3 sore nyatanya tidaklah cukup untuk memejamkan mata. Hanya sesekali dirinya bisa tidur di siang hari. Setelah itu, Cahyo harus bergegas pergi melatih tim futsal putri di daerah Sawangan.

Begitulan penjabaran kegiatannya sehari-hari. Namun, semua kegiatannya dijalani dengan sangat enjoy, pasalnya seperti yang telah dibilang di atas, olahraga merupakan bidang yang ia cintai.

Melatih tim futsal putri Kota Depok membuatnya banyak berharap atas kemenangan tim yang dilatihnya di Porda kali ini. Kalau di Porda 2018 timnya tidak lolos ke babak selanjutnya karena kurang poin, kali ini Cahyo sangat berharap. Tentunya berharap semoga tim futsal putri bisa masuk ke Babak Kualifikasi (BK) dan lanjut di Porda,” Harapnya.

Perjalanannya menjadi guru dan seorang coach juga nyatanya tidak menyurutkan keinginannya dalam beberapa hal. Cahyo tentunya juga ingin mengakhiri masa lajangnya, menjadi seorang PNS, dan juga banyak harapan lainnya. (*)

Editor : Junior Williandro