TINJAU : Camat Cilodong bersama Kapolsek Sukmajaya meninjau Majelis Taklim Nurul Yaqin RT4/6 Kelurahan Kalibaru , Selasa (9/2).FOTO:DAFFA/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM-Ambruknya atap Majlis Taklim Nurul Yaqin RT4/6 Kelurahan Kalibaru yang kerap digunakan sebagai sarana menimba ilmu warga menjadi perhatian tiga pilar. Camat Cilodong beserta Kapolsek Sukmajaya menyambangi lokasi kejadian.

Ketua Majelis Taklim Nurul Yaqin, Niran Saputra menjelaskan, musibah tersebut terjadi akibat bangunan yang terbilang sudah dimakan usia yakni sekitar 15 tahun itu diguyur hujan deras disertai angin kencang. Padahal, lokasi itu acapkali digunakan sebagai sarana pengajian anak-anak hingga dewasa.

“Kemarin (8/2) jam 4 sore angin kencang dan hujan deras membuat semua genting jatuh dan ambruk. Padahal tempat ini sangat dibutuhkan masyarakat setempat,” jelasnya kepada Radar Depok, Selasa (9/2).

Ia menambahkan, bantuan demi bantuan baik dari swadaya masyarakat, pemerintah maupun swasta sudah mulai berdatangan. Namun, pihaknya tidak menutup kesempatan bagi yang ingin menyisihkan rezekinya untuk perbaikan sarana tersebut.

“Alhamdulillah dari pemerintah sudah merespon memberikan bantuan mulai dari lurah, camat, kapolsek, hingga walikota. Semoga menjadi semangat untuk kami, dan mudah-mudahan ada donatur lainnya yang membantu,” bebernya.

Adapun, lanjutnya, sebagai tindak lanjut dalam upaya perbaikan, pihaknya bersama masyarakat akan mencoba memperbaiki dengan membongkar bangunan yang rusak pada Minggu (14/2).

“Semoga proses pembangunannya cepat dan target ramadan sudah bisa dipakai lagi. Kami juga berusaha menyusun proposal untuk diajukan ke anggaran belanja tahunan (abt),” ungkapnya

Sementara itu, Kapolsek Sukmajaya, AKP Syafri Wasdar mengatakan, pihaknya akan membantu proses perbaikan yakni melakukan kerja bakti bersama warga setempat.

“Insyaallah kami akan membantu, paling tidak beberapa personel akan ditempatkan kemari untuk membersihkan puing,” katanya.

Di tempat yang sama, Camat Cilodong, Supomo mengatakan, ada beberapa titik bencana di wilayahnya termasuk di tempat ini. Lebih lanjut, dirinya akan mengusahakan bantuan sosial seperti proposal ke walikota bagian kesejahteraan sosial.

“Bantuan dari kecamatan hanya stimulan sifatnya pribadi bansos. Kalau di pemerintahan ada pengajuan kejadian dilengkapi persyaratan yg ada lalu diproses,” tutupnya. (rd/daf)

Jurnalis : Daffa Syaifullah

Editor : Febrina