pembuang dan pembuat bayi
DITANGKAP: Pelaku rudapaksa terhadap anak kandungnya ditangkap Polsek Bojonggede, Tajurhalang, Kabupaten Bogor. FOTO : PUTRI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM – Kelakuan ER memang benar-benar biadab. Bapak kandung dari IR ini bukannya mengajarkan anak berkelakuan baik malah sebaliknya. Selasa (16/2), pria berusia 51 tahun ini dengan sengaja menguburkan bayi hasil rudapaksa dengan anaknya IR, yang baru berusia 17 tahun. Atas kejadian tersebut ER harus menanggung akibatnya dengan menginap di hotel prodeo.

Kepada Harian Radar Depok, Kapolrestro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar menjelaskan, mayat bayi yang diduga kasus persetubuhan anak di bawah umur. Dan meminum obat menggugurkan kandungan akan kena pasal 81 UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak atau pasal 299 KUHP.

“Mayat bayi itu ditemakan pada Sabtu 23 Januari, sekitar pukul 10:45 WIB di Kampung Gunung RT3/3 Desa Tonjong, Tajurhalang, Kabupaten Bogor,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Selasa (16/2).

Lebih lanjut, dia menjelaskan kronologisnya. Pada Sabtu, 23 Januari 2021 sekitar pukul 10:45 WIB, terdapat laporan dari warga telah terjadi penemuan mayat bayi yang dikubur. Kemudian piket Reskrim bersama piket fungsi lainnya merapat ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Setelah memastikan bahwa benar ada mayat bayi yang dikubur, maka Polres Metro Depok dihubungi guna mengidentifikasi.

“Dari keterangan warga, bayi yang dikubur itu adalah milik korban yang dirujuk ke RSUD Cibinong, setelah mendapat perawatan dari Puskesmas Tajurhalang,” lanjutnya.

Guna identifikasi lebih lanjut, anggota Reskrim segera menuju ke RSUD Cibonong untuk mengecek. Dan melakukan interogasi, yang diinterogasi IR mengaku telah disetubuhi bapak kandungnya ER. Dan saat mengetahui korban hamil, ER menyuruh menggugurkan kandungannya dengan meminum obat penggugur kandungan. “Pelaku dan korban hubungannya adalah bapak dengan anak kandung,” sambungnya.

Setelah melakukan interogasi, pelaku langsung diamankan ke Polsek Bojonggede guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Sedangkan mayat bayi dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna di otopsi. “Ada tiga barang bukti. Yaitu visum Et Repertum, kain putih yang terdapat darah korban, dan gunting kecil gagang hitam,” pungkasnya.(dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar