Beranda Metropolis Ayodya Pala Buka Program Budaya Tak Berjarak

Ayodya Pala Buka Program Budaya Tak Berjarak

0
Ayodya Pala Buka Program Budaya Tak Berjarak
ILUSTRASI: Para siswa Ayodya Pala berfoto bersama usai pementasan, kegiatan tersebut sebelum adanya pandemi. Tahun ini Ayodya Pala membuka program dengan nama Budaya Tak Berjarak. FOTO: DOK. AYODYA PALA FOR RADAR DEPOK

RADAR DEPOK.COM, DEPOK – Di masa pandemi ini banyak hal baik yang bisa dilakukan. Salah satunya dipelopori oleh Ayodya Pala dengan membuka program pendidikan seni tari bertemakan Budaya Tak Berjarak. Hal itu disampaikan Pimpinan Ayodya Pala, Budi Agustinah.

Etin—sapaan Budi Agustinah—menyebutkan, Budaya Tak Berjarak merupakan program terupdate Ayodya Pala ditahun 2021. Ia menilai, masyarakat yang kebetulan banyak di rumah dimasa pandemi ini, tapi tetap ingin bisa mengadakan kegiatan positif. Ternyata yang ingin ikut bergabung di Ayodya Pala itu bukan hanya dari Depok, bahkan lebih banyak dari luar negeri, luar pulau, serta wilayah Jabodetabek yang tidak terjangkau oleh para pelatih yang ada.

“Nah, atas dasar itulah maka dibuatlah sebuah program baru, yaitu Budaya Tak Berjarak. Kami pelatihannya secara online. Pelatih bisa ketemu dengan siswanya secara virtual. Selama ini sebetulnya hal itu sudah berjalan di anggota yang sudah ada, karena pandemi,” tutur Etin kepada Radar Depok.

Di masa pandemi ini, ada pelatihan secara online melalui zoom meet atau google meet. Itu untuk mengatasi bagaimana anak tidak ketinggalan, dan program tetap berjalan. Menurutnya, kurikulum harus tetap jalan, seperti orang kuliah atau sekolah, serta program kursus-kursus semuanya harus tetap berjalan. Bila tidak, maka nanti akan ‘patah’ dan sulit memulainya lagi.

“Alhamdulillah Ayodya Pala di masa pandemi ini murid tetap stabil, meski pun memang ada pengurangan tetapi tidak signifikan. Kemarin peserta tes dan ujian kenaikan tingkat sekitar 800 peserta, sekarang semester ini sudah hampir 900 peserta,” terang Etin.

Isi dari program Budaya Tak Berjarak, di antaranya program pendidikan tarian-tarian nusantara. Tetapi diutamakan ragam geraknya yang tidak terlalu rumit, jadi lebih banyak ragam geraknya yang jelas. Seperti stakato-stakato yang jelas. Etin mengatakan, para peserta tetap diberikan basic (dasar-dasar, red) dulu. Pihaknya juga menyiapkan beberapa kategori, kalau memang mereka sudah pernah ikut menari itu akan lebih mudah lagi. Kemudian kurikulumnya juga sudah dibuatkan, hanya saja lebih simple dibandingkan yang reguler di sini. Mulai dari dasar tarian Betawi, Bali, Jawa, Sunda, dan seterusnya.

“Ini lebih banyak ke entertain, tarian-tarian yang populer untuk entertain. Semuanya dilakukan secara virtual,” tuturnya.

Ia meyakini, suatu saat nanti akan ada tes atau ujian kenaikan tingkat yang bisa juga dilaksanakan secara online maupun offline. Kalau memang para peserta berkesempatan datang ke Indonesia untuk ujian kenaikan tingkat dan mendapat sertifikat, langsung mereka datang ke Kota Depok, pihaknya akan menyediakan home stay. Kemudian parents yang bisa membantu mendukung peserta untuk sehari-hari. Hal itu juga menurutnya, sebagai devisa buat negara.

“Pada pembukaan program Budaya Tak Berjarak ini sudah ada yang terdaftar sekitar 27 orang untuk di semester ini, mayoritas dari luar negeri. Maka itu kami membagi dengan dua kelas, yaitu ada pelatihan yang memang khusus pelatihnya harus bisa berbahasa asing, ada juga yang lokal,” ucapnya.

Targetnya di tahun ini, yaitu Ayodya Pala tetap mencerdaskan bangsa melalui seni budaya dan terus bisa jalan. Kemudian ingin ketahanan ekonomi buat para pelatih yang berpotensi bisa tetap terjaga, tidak mengandalkan siapapun  tetap bisa mandiri.

“Kegiatan ini sangat membantu mereka, sehingga Ayodya Pala pun tetap bisa berjalan. Walaupun kondisi masih pandemi kami tetap bisa beraktivitas positif. Kami tetap punya optimisme dan cara kreativitas. Itu dibuktikan dengan para pelatih bisa membuat karya-karya baru,” pungkasnya. (rd/gun)