Kamis, Maret 4, 2021
Beranda Utama Baru 47 Penyitas Korona di Depok Tolong Pasien Covid-19

Baru 47 Penyitas Korona di Depok Tolong Pasien Covid-19

0
Baru 47 Penyitas Korona di Depok Tolong Pasien Covid-19
PUTRI/RADARDEPOK DONOR: Salah satu pendonor sedang melakukan transfusi darah plasma konvaselen, di Kantor PMI Kota Depok, Jalan Boulevard GDC, Depok, beberapa waktu lalu.

RADARDEPOK.COM – Sudah kurang lebih dua minggu Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok, membuka donor darah konvaselen bagi masyarakat. Hasilnya, PMI mendapatkan 47 kantong darah plasma yang kemudian disalurkan kepada pasien Covid-19 (Korona) di Kota Depok.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Depok, Widya Astriyani mengatakan, berdasarkan data sampai dengan Sabtu (6/2). Sudah ada 47 kantong darah plasma konvaselen yang di berikan kepada para pasien Covid-19. “Jumlah yang terlayani sampai dengan sabtu kemarin ada 47 kantong darah,” tuturnya kepada Harian Radar Depok, Minggu (7/2).

Dari 47 kantong darah plasma konvaselen yang telah diberikan kepada para pasien Covid-19, paling banyak ada di golongan darah O sebanyak 22 kantong. Kemudian golongan darah B 12 kantong, golongan darah A sebanyak 10 kantong, dan golongan darah AB tiga kantong. Untuk jumlah stok darah plasma konvaselen sendiri sampai dengan Sabtu (6/2) dari masing-masing golongan darah tidak ada alias kosong. “Stok per Sabtu kemarin untuk kantong darah plasma konvaselen kosong. Jadi, kami masih menunggu para pendonor lagi,” ujarnya.

Dengan ketersediaan darah plasma konvaselen yang kosong, hal tersebut berbanding terbalik dengan kebutuhan para pasien Covid-19. Diketahui ada yang sebanyak 40 kantong darah plasma konvaselen yang waiting list.

Golongan darah A yang waiting list ada sebanyak 18 kantong, golongan darah B sebanyak delapan kantong, golongan darah AB sebanyak 12 kantong, dan golongan darah O sebanyak dua kantong. “Permintaan dari pasien Covid-19 setiap hari tentunya mengalami peningkatan. Karena terbukti, dari ketersedian kemarin, langsung diberikan kepada pasien Covid-19 yang membutuhkan,” lanjutnya.

Dokter Widya berharap, para penyintas Covid-19 bisa mendonorkan plasma darah konvaselennya kepada PMI Kota Depok. Yang nantinya akan diserahkan kepada para pasien penderita Covid-19. Bagi para penyintas Covid-19 yang ingin mendonor, bisa langsung menghubungi kontak PMI Kota Depok ataupun langsung datang ke kantor PMI Kota Depok, yang berada di Jalan Boulevard, GDC, Depok. “Semoga semakin banyak para penyintas Covid-19 di Depok yang berbaik hati membantu saudara-saudara pasien Covid-19 untuk sembuh,” tegasnya.

Sebelumnya, setelah melakukan donor plasma, kepada Harian Radar Depok, Walikota Depok, Mohammad Idris menerangkan, dalam prosesnya tidak jauh berbeda dengan donor darah yang lazim dilakukan. “Tidak jauh berbeda, hanya saja memang memakan waktu lebih lama dari donor darah umumnya, karena yang diambil bukan darahnya melainkan plasmanya,” ucapnya, Kamis (28/1).

Lebih lanjut, Idris menjelaskan, proses yang dijalaninya memankan waktu kurang lebih 45 menit, untuk satu kantong plasma yang berisi 600 cc. Dalam satu kantong plasma tersebut, dapat digunakan untuk maksimal tiga pasien Covid-19. “Alhamdulillah, saya tidak ada rasa apa-apa, pusing juga tidak. Saat di suntik pertama saja ada rasa sakit, dan itu hal yang wajar,” jelasnya.

Awalnya walikota juga merasa ragu untuk melakukan donor plasma, pasalnya pada Juli 2021 ini, usianya menginjak usia maksimal untuk donor plasma yaitu 60 tahun.

“Makanya saya minta dites rapid, dan darah saya di cek di pusat untuk dilihat kualitas darahnya. Dan ternyata memenuhi standar. Lagi pula, ini ditangani oleh petugas yang profesional, sehingga saya serahkan dan percaya kepada ahlinya,” terangnya.

Walikota pun mengajak kepada para penyintas Covid-19, untuk melakukan donor plasma konvalesen. Karena plasma konvalesen sangat dibutuhkan pasien Covid-19, dalam penyembuhan dan pemulihan. “Kami mengajak seluruh penyintas Covid-19 di Kota Depok, untuk melakukan donor plasma. Saya pastikan proses donor aman karena ditangani ahlinya dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat,” tuturnya.(rd/dis)

Jurnalis : Putri Disa 

Editor : Fahmi Akbar