Selasa, Maret 9, 2021
Beranda Metropolis Belasan Makam Amblas di TPU Tapos Sudah Diperbaiki

Belasan Makam Amblas di TPU Tapos Sudah Diperbaiki

0
Belasan Makam Amblas di TPU Tapos Sudah Diperbaiki
ARNET/RADARDEPOK HUJAN ANCAM MAKAM : Koordinator TPU Karabha Tapos, Tajudin saat memperbaiki salah satu makam yang amblas akibat hujan deras yang menghujam Kota Depok, sekitar ada 11 makam yang mengalami amblas dan sedang dalam perbaikan, Kamis (4/2).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Belasan makam yang amblas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tapos, sudah diperbaiki Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Jumat (5/2). Amlanya makan dipastikan akibat hujan yang terus mengguyur beberapa hari terakhir.

“Makam yang amblas diakibatkan karena peti jenazah sudah lapuk, sehingga membuat permukaan tanah longsor. Tetapi sudah kami tangani saat itu juga,” singkat Kepala DLHK Kota Depok, Ety Suryahati, kepada Harian Radar Depok, Jumat (5/2/21).

Sebelumnya, Kepada Harian Radar Depok, Koordinator TPU Karabha Tapos, Tajudin menjelaskan, setiap jenazah yang bersemayam di lokasi ini, wajib menggunakan protokol kesehatan, salah satunya menggunakan peti. Sehingga jika peti tersebut lapuk, tentu tanah akan amblas. “Itu berarti petinya sudah lapuk, jadi tanah turun. Apalagi dari kemarin hujan terus, jadi cepat amblasnya,” terangnya kepada Radar Depok saat di lokasi, Kamis (4/2).

Namun, amblasnya makam tersebut dikatakan Tajudin, adalah hal yang biasa, mengingat intesitas hujan serta curah hujan masih tinggi. Tanah yang amblas akan mengisi ruang yang kosong karena peti sudah hancur. “Jadi nanti kita padatin lagi tanahnya, baru setelah itu diuruk tanah lagi biar bisa rapih kembali. Ini semua mau dikerjakan,” kata Udin -sapaan akrabnya-.

Saat  ini di TPU Karabha Tapos sudah terisi 180 jenazah, seluruh yang disemayamkan di makam tersebut wajib dengan protokol kesehatan penuh. Setiap hari selalu ada jenazah yang masuk ke TPU yang baru digarap Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

“Semua wajib protokol kesehatan, karena surat keterangan dari rumah sakit, banyak jenazah yang dimakamkan dengan status penyakit menular, tapi tidak ada penjelasan karena covid atau tidak,” bebernya saat dikonfirmasi.

Semenjak TPU tersebut di buka ada sekitar 10 petugas makam yang mengurus seluruhnya. Semua petugas tersebut diambil dari TPU Kalimulya untuk memaksimalkan pelayanan pemakaman. “Semua ini saya ajak dari TPU Kalimulya, sekarang fokus kerja di sini. Karena setiap hari kami menyediakan dua sampai tiga lubang makam,” ungkap Udin.(rd/arn)

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Fahmi Akbar