bus gratis
ARNET/RADARDEPOK ANTISIPASI COVID : Suasana penumpang KRL saat menggunakan bus alternatif yang disediakan pemerintah dalam mengantisipasi penumpunkan penumpang, salah satunya Stasiun Depok Baru.
bus gratis
ANTISIPASI COVID : Suasana penumpang KRL saat menggunakan bus alternatif yang disediakan pemerintah dalam mengantisipasi penumpunkan penumpang, salah satunya Stasiun Depok Baru. FOTO : ARNET/RADARDEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sebagai bagian dari upaya menegakkan protokol kesehatan di angkutan umum pada masa pandemi covid-19 khususnya pada KRL Commuter Line Jabodetabek. Pemerintah kembali menyediakan angkutan bus alternatif, yang hanya dioperasikan pada hari dan jam tertentu saat terjadi lonjakan penumpang KRL. Operasional Bus Alternatif tersebut sudah beroperasi Januari 2021 dan diharapkan berlangsung hingga Juni 2021, setiap Senin pagi.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Polana B. Pramesti menyatakan, angkutan bus alternatif  hanya dioperasikan apabila terjadi lonjakan penumpang pada waktu tertentu. Jika tidak terjadi lonjakan maka angkutan bus tersebut tidak akan dioperasikan.

Menurutnya, hal ini untuk menegaskan agar keberadaan angkutan bus alternatif ini. Meski gratis tidak kemudian justru memberikan kelonggaran terhadap masyarakat, yang tetap harus mematuhi pembatasan kegiatan selama masa pandemi.

“Sesuai aturan yang berlaku baik PPKM maupun PSBB, selama masa pandemi kegiatan masyarakat pada dasarnya dibatasi. Penyelenggaraan transportasi publik tetap berjalan hanya untuk memberikan layanan kepada masyarakat yang masih harus beraktifitas dengan tetap konsisten menjalankan protokol kesehatan,” tegas kepada Harian Radar Depok, Minggu (31/1)

Operasional Angkutan Bus Alternatif Sejak Januari 2021 secara keseluruhan selama Januari 2021 terdapat 2.257 pengguna KRL yang memanfaatkan angkutan alternatif bus bantuan. Untuk total bus yang dioperasikan selama bulan ini tercatat 102 unit bus dengan perincian 88 unit bus berukuran besar dan 14 unit bus berkururan medium. Pada Senin pekan pertama bulan Januari disediakan 30 unit bus dengan rincian 26 unit bus berukuran besar dan bus berukuran medium sejumlah 4 unit.

“Senin pekan ke dua ada 22 unit, terdiri dari 20 bus berukuran besar dan 2 unit bus berukuran medium. Pada Senin pekan ketiga dan keempat menyediakan sebanyak 25 unit bus dengan rincian 21 bus berukuran besar dan 4 unit bus berukuran medium,” ungkap Polana.

Demi menjaga ketentuan physical distancing, setiap bus berukuran besar hanya diisi maksimal 30 penumpang dari kapasitas 46 kursi yang tersedia. Bus dengan ukuran medium, dibatasi paling banyak diisi 15 penumpang dari 27 kapasitas tempat duduk yang ada pada masing-masing unit.

Lalu disampikan Polana,  titik keberangkatan angkutan alternatif bus gratis meliputi Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, Stasiun Bojong Gede, Botani Square, Stasiun Depok, dan Stasiun Cikarang, Bekasi. Adapun lokasi tujuan antara lain Stasiun Juanda, Stasiun Sudirman, Stasiun Manggarai, Stasiun Tanahabang, dan Stasiun Tebet.

Dari jumlah secara keseluruhan, layanan yang banyak dimanfaatkan adalah keberangkatan dari Stasiun Bogor dengan tujuan Stasiun Tanah Abang dengan 389 penumpang, Stasiun Bogor – Stasiun Juanda dengan 387 penumpang, dan Stasiun Bogor – Stasiun Sudirman dengan 358 penumpang. Pemanfaatan selebihnya tersebar pada titik lokasi keberangkatan dan tujuan lainnya.

Pada Senin (1/2), pemerintah menyiapkan angkutan alternatif sebanyak 25 unit bus. Selain Bogor dan Depok, juga disiapkan layanan angkutan alternatif ini di Terminal Cikarang, Bekasi. Untuk Stasiun Cikarang, Bekasi terdapat alokasi bus sebanyak 4 unit dengan tujuan Stasiun Manggarai dan Stasiun Sudirman. Untuk waktu keberangkatan mulai pukul 05:30 WIB. Waktu pemberangkatan bus pada setiap lokasi dapat berubah sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. (rd/arn)

 

Fakta dan Data Bus Alternatif :

Periode :

  • Januari-Juni 2021

Keberadaan :

  • Pada waktu lonjakan penumpang

Hari :

  • Senin

Januari 2021 :

  • 257 pengguna KRL yang memanfaatkan angkutan alternatif bus bantuan
  • Total bus yang dioperasikan 102 unit bus

Rincian :

  • 88 unit bus berukuran besar
  • 14 unit bus berkururan medium

Kapasitas Bus :

  • Bus besar hanya diisi maksimal 30 penumpang
  • Bus dengan ukuran medium diisi 15 penumpang

Titik Keberangkatan :

  • Stasiun Bogor
  • Stasiun Cilebut
  • Stasiun Bojong Gede
  • Botani Square
  • Stasiun Depok
  • Stasiun Cikarang, Bekasi

Februari Awal :

  • Pada Senin (1/2), pemerintah menyiapkan angkutan alternatif sebanyak 25 unit bus
  • Selain Bogor dan Depok, juga disiapkan di Terminal Cikarang,

Waktu Keberangkatan :

  • Pukul 05:30 WIB

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu 

Editor : Fahmi Akbar