Sekretaris BKPSDM Kota Depok
Sekretaris BKPSDM Kota Depok, Mary Liziawati.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada Maret 2021 pemerintah pusat akan mengumumkan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan calon Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Bagaimana dengan di daerah, khususnya di Kota Depok?

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Mary Liziawati menyebutkan, Kota Depok sebenarnya membutuhkan sekitar 13.000 Aparatur Sipil Negara (ASN), terdiri dari PNS dan PPPK.

“Yang kami butuhkan banyak sekitar 13.000, sedangkan jumlah PNS Depok sekarang sekitar 6.000-an,” tutur Mary kepada Radar Depok, Minggu (21/2).

Pada 2021, Kota Depok telah mengajukan CPNS kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI sebanyak 670. Terdiri dari 314 CPNS dan 356 PPPK. Formasinya terdiri dari guru 182 orang, diisi dari PPPK.

“Kemudian tenaga kesehatan sebanyak 249 orang dari CPNS dan PPPK. Serta tenaga teknis 239 orang dari CPNS dan PPPK,” jelasnya.

Mary mengaku, saat itu Kota Depok telah mengusulkan formasi tersebut kepada Kemenpan-RB. Dan belum tahu, apakah formasi tersebut akan disetujui semua atau ada yang ditolak.

“Iya, kami belum mengetahui apakah akan diterima usulannya atau tidak,” ucap Mary.

Sedangkan untuk alur pendaftaran dan kapan dibukanya CPNS dan PPPK, Mary sendiri belum mengetahui akan dilaksanakan pada bulan apa. Karena masih belum mendapatkan informasi dari Menpan-RB atau Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Untuk kapan rekrutmentnya kami belum tahu. Masih menunggu arahan dan informasi dari pusat. Begitu juga alurnya,” ucapnya.

Terpisah, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Farida Rachmayanti mengatakan, semoga ajuan yang telah disusun oleh BKPSDM Kota Depok mendapat respon positif dari Kemenpan-RB. Agar pelayanan kepada masyarakat dapat semakin berkualitas.

“Terutama bagi tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Apalagi kedepannya jumlah SMP negeri akan ditambah per kecamatannya. Agar rasio daya tampung dari SD ke SMPN bisa semakin baik, karena besar harapan warga untuk menyekolahkan anaknya di negeri,” tuturnya kepada Radar Depok.

Kemudian bagi tenaga kesehatan juga, dalam situasi pandemi yang masih belum bisa diprediksi kapan akan berakhir. Selain kebutuhan layanan kesehatan reguler, kebutuhan dokter, dan perawat sangat signifikan dengan diselenggarakannya layanan puskesmas 24 jam dan rawat inap.

“Serta untuk persiapan berjalannya wilayah RSUD di wilayah timur yang saat ini tengah dalam pembangunan,” sambungnya.

Farida berharap, kebutuhan ideal PNS dan PPPK di Depok bisa segera terpenuhi, karena sangat berdampak pada indeks kepuasan masyarakat. Tidak diragukan salah satu variabel terpenuhinya standar pelayanan minimal keberadaan SDM secara kuantitas maupun kualitas signifikan sangat mempengaruhi.

“Harapannya, percepatan pemenuhan PNS dan PPPK, sejalan dengan percepatan pertambahan penduduk,” pungkasnya. (rd/dis)

GRAFIS

Kebutuhan PNS dan PPPK Kota Depok: 13.000

Total PNS dan PPPK Kota Depok:  6.000

 

Pengajuan PNS dan PPPK Kota Depok 2021:

CPNS: 314

PPPK: 356

Total: 670

 

Formasi  yang diusulkan pada 2021:

Tenaga pendidik (guru): 182 orang dari PPPK

Tenaga kesehatan (nakes): 249 orang dari CPNS dan PPPK

Tenaga teknis: 239 (CPNS dan PPPK)

 

Jurnalis: Putri Dias

Editor: M. Agung HR