Beranda Utama Depok Kaji Pembatasan Akhir Pekan

Depok Kaji Pembatasan Akhir Pekan

0
Depok Kaji Pembatasan Akhir Pekan
BAGIKAN MASKER: Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Forkopimda Kota Depok membagikan masker ke masyarakat, dalam program gerakan Depok Bermasker di Pasar Tugu, Jumat (5/2). Selain itu, dibagikan juga masker kepada sopir angkot. FOTO: LUTVIATUL FAUZIAH/RADAR DEPOK

Walikota Gencarkan Depok Bermasker

RADARDEPOK.COM,DEPOK – Untuk pembatasan kegiatan di akhir pekan dengan kebijakan ganjil-genap yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor, hingga kini Kota Depok belum mengambil langkah demikian, dan masih terus memantau serta mengkaji penerapan sistem tersebut. Hal itu, disampaikan Walikota Depok, Mohammad Idris saat melakukan giat Gerakan Depok Bermasker, di Pasar Tugu, Kecamatan Cimanggis, Jumat (5/2).

Idris menyebutkan, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pihaknya sedang gencar melakukan kegiatan edukasi masyarakat melalui Gerakan Depok Bermasker.

“Ini merupakan kegiatan edukasi masyarakat yang kami lakukan bersama Forkopimda. Dengan gerakan ini, kami terus mengingatkan masyarakat selalu menggunakan masker, khususnya ketika keluar rumah,” ucap Idris kepada Radar Depok, Jumat (5/2).

Idris menyebutkan, Gerakan Depok Bermasker ini dilakukan setiap hari dengan menyasar tempat-tempat umum yang menjadi pusat keramaian. “Untuk pekan ini, yang menjadi sasaran kami yaitu pasar, terminal, serta stasiun, yang memang menjadi tempat berkumpulnya banyak orang, sehingga harus terus diingatkan agar mereka memperhatikan protokol kesehatan,” terang Idris.

Dalam giat kali ini, dirinya menyebutkan kurang lebih 2.000 masker yang dibagikan kepada para pedagang ataupun pengunjung di Pasar Tugu. “Untuk kali ini kurang lebih 2.000 masker, tetapi gerakan ini masih akan terus dilakukan. Tentu jumlah masker yang dibagikan pun mencapai puluhan ribu,” ujarnya.

Namun, terkait penerapan ganjil-ganap yang akan diberlakukan di Kota Bogor, Idris menyebutkan bahwa Depok belum melakukan hal tersebut. “Semua itu masih wacana dan rencana, Jakarta sendiri masih meminta izin kepada Satgas pusat dan Kementerian,” tandasnya.

Pemkot Depok akan terus memantau perkembangan yang ada, termasuk dalam penerapan ganjil-genap yang dilakukan oleh Kota Bogor. “Semua akan kami pantau terus, termasuk penerapan ganjil-genap di Kota Bogor. Nantinya, akan kami padukan dengan kebijakan-kebijakan terpadu bersama,” tuturnya.

Pihaknya kembali menegaskan, hingga saat ini Pemkot Depok belum melakukan kebijakan-kebijakan tersebut. “Untuk Depok belum dilakukan, dan pastinya kami akan memantau terus serta melakukan konsultasi kepada Satgas, Kementerian dan yang lainnya,” tandasnya.

Sementara itu, diberlakukannya Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tahap dua di Kota Depok, Lurah Sukatani, Cahyanto menilai, jika melihat jumlah kasus di wilayahnya, dirinya menganggap bahwa PPKM cukup efektif. “Kalau dilihat dari jumlah kasus di Sukatani, yang sebelumnya mencapai 122 kasus, untuk per 31 Januari sangat menurun yaitu 70 kasus,” ucap Cahyanto kepada Radar Depok, Jumat (5/2).

Tetapi, baginya ini tak lepas dari upaya-upaya yang dilakukan di wilayah termasuk di Sukatani yang beberapa kali menduduki posisi terataa se-Kecamatan Tapos. “Tiga pilar Kelurahan Sukatani tak pernah bosan, untuk selalu mengingatkam dan mensosialisasikan masyarakat akan pentingnya penegakan protokol kesehatan,” terangnya.

Terpisah, Ketua RW6 Kelurahan Sukatani, Samsudin mengatakan PPKM yang dilakukan saat ini belum optimal. “Yang kami rasakan belum optimal, sehingga kami di lingkungan RW6 Sukatani melakukanĀ  berbagai upaya penanganan secara mandiri,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, mulai dari memaksimalkan peranan satgas yang ada, pemetaan isolasi mandiri diĀ  RW6, lumbung pangan untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat yang isolasi mandiri melakukan isolasi mandiri semuanya dilakukan atas dasar inisiatif lingkungan. “Bahkan, kami melakukan rapid test mandiri untuk klaster-klaster keluarga yang ada di RW6. Dengan upaya-upaya yang kami lakukan bersama Satgas RW, alhamdulillah kasus dilingkungan kami semakin menurun,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Alloy ini menjabarkan, jika ditotal kurang lebih ada 62 kasus positif, dengan 4 orang meninggal dunia, di wilayah RW6. “Dengan upaya dan penanganan serta kekompakan masyarakatnya, kini di RW6 tersisa tujuh kasus, empat orang menjalani isolasi di rumah sakit dan tiga orang menkalani isolasi mandiri,” pungkasnya. (rd/tul)

 

Jurnalis: Lutviatul Fauziah

Editor: M. Agung HR