Beranda Metropolis Depok Siaga Tiga, Ciliwung Terus Dipantau

Depok Siaga Tiga, Ciliwung Terus Dipantau

0
Depok Siaga Tiga, Ciliwung Terus Dipantau
ILUSTRASI : Personel Damkar bersama Komunitas Yayasan Sahabat Ciliwung saat menyusuri Sungai Ciliwung, beberapa waktu lalu. FOTO: ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Masyarakat Kota Depok diminta terus waspada, pasalnya ketinggian air sungai Ciliwung di pos pantau jembatan panus berstatus Siaga Tiga, Minggu (7/2).

Koordinator Yayasan Sahabat Ciliwung, Hidayat Al Ramdhani membeberkan ketinggian akibat curah hujan yang terus meningkat, baik di Depok maupun Bogor.

“Saat ini ketinggian air mencapai 225 cm di pos pantau panus,” ungkap Hidayat, kepada Radar Depok, Minggu (7/2).

Sampai saat ini, dikatakannya, seluruh relawan sepanjang sungai Ciliwung terus melakukan pemantauan sekaligus berkoordinasi agar masyarakat tetap siaga. “Terus kami pantau. Waspada tetap harus dilakukan, apalagi buat masyarakat yang berada di pinggir sungai ciliwung,” kata Dayat sapaan akrabnya.

Selama musim hujan serta potensi bencana, komunitas Ciliwung memang terus mengedukasi masyarakat untuk terus bersiaga karena hujan dengan intensitas tinggi masih terus terjadi. “Iya memang Februari ini menjad puncak musim hujan sehingga waspada sudah menjadi keharusan,” tegasnya.

Sementara, Koordinator Satgas Banjir Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Depok, Saiman menuturkan sejauh ini kondisi masih kondusif meski ketinggian air di katulampa dan di Depok meningkat. “Pastinya kami sudah siaga di setiap titik dengan koordinasi dengan pihak dan relawan untuk mengantisipasi,” ungkap Saiman.

Namun, Saiman menerangkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas pintu Katulampa Bogor, bahwa pada pukul 15.00 WIB ketinggian air pada katulampa sekitar 80 cm. “Kami himpun informasi tadi sore, air sudah turun, kini siaga 4 di katulampa. Tapi kami siagakan tiga personel di setiap posko yang ada di kecamatan,” paparnya.

Di lokasi berbeda, salah satu koordinator Tagana Kota Depok, Ramdoni menegaskan bahwa personel Tagana sudah berbagi tugas untuk menjaga setiap titik yang berpotensi, baik sepanjang bantaran Sungai Ciliwung serta anak sungai yang melintas di Depok. “Jadi kami sebagian taruna atau personel ada yang juga menjadi relawan di lokasi bencana yang terjadi. Lalu sisanya tetap stay di sini,” ungkap Big Dony sapaannya.

Dibeberkannya, ada beberapa wilayah yang menjadi langganan banjir karena curah hujan tinggi serta ketinggian air di sungai Ciliwung masih tinggi. Hal ini membuat Tagana sendiri mempersiapkan sekitar lima taruna di setiap Kecamatan yang tersebar.

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia, yakni 94 persen akan mengalami puncak musim hujan pada Februari ini, tak terkecuali untuk Jabodetabek. Hal tersebut diungkapkan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rilis resminya terkait kondisi cuaca terkini. Dengan begitu masyarakat diminta untuk waspada terjadinya cuaca ekstrem.

“Ini sudah kami prediksi sejak Oktober tahun lalu, jadi kami mengimbau kepada masyarakat dan seluruh pihak untuk tetap waspada dengan cuaca ekstrem yang cenderung meningkat periode puncak musim hujan ini,” terangnya.

Sesuai dengan rilis resmi prakiraan cuaca sampai tanggal 10 Februari 2021 curah hujan di Jabodetabek terapantau kondusif. Hujan ringan masih mendominasi beberapahari ke depan, namun pada tanggal 8 februari bogor dan bekasi berpotensi hujan sedang. Pada 10 Februari mendatang, seluruh wilayah Jabodetabek akjan diguyur hujan dengan intensites ringan, sehingga masyarakat yang melakukan aktifitas bekerja dan lainnya untuk tetap mempersiapkan diri.

“Sekali lagi untuk tetap waspada. Bencana hidrometeorologi yaitu berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung masih berpotensi besar,” tutup Dwikorita. (rd/arn)

 

Jurnalis: Arnet Kelmanutu

Editor: M. Agung HR